Rabu, 13 Desember 2017 | 08.15 WIB
Metro24Jam>SainsTek>Tak Berkategori>Berani Coba? Ilmuwan Bisa Memprediksi Lama Usia Anda dengan Tes Darah!

Berani Coba? Ilmuwan Bisa Memprediksi Lama Usia Anda dengan Tes Darah!

Sabtu, 7 Januari 2017 - 08:48 WIB

IMG-9

Tes darah ini bisa memprediksi lama usia seseorang. DailyMail/GettyImages

BOSTON, metro24jam.com – Ini mungkin terdengar seperti premis film fiksi ilmiah. Tapi, percaya atau tidak, para ilmuwan di Boston University mengklaim telah menemukan tes darah yang bisa membantu memprediksi rentang hidup seseorang.

Dilaporkan DailyMail, penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Aging Cell, Jumat (6/1) itu, menggunakan data yang dikumpulkan dari 5.000 sampel darah dan perkembangan kesehatan donor kemudian dianalisis selama delapan tahun berikutnya.

Para ilmuwan kemudian mengidentifikasi pola yang diperoleh, apakah baik atau buruk, khususnya peluang terkena penyakit seiring bertambahnya usia, seperti kanker, penyakit jantung dan diabetes.

Berdasarkan data itu, para peneliti kemudian menentukan 26 penanda (biomarker) prediktif yang berbeda.

Dengan terobosan tersebut, berarti pasien bakal bisa mengidentifikasi risiko kesehatan yang realistis lebih awal–dan yang terpenting, mengubah perilaku untuk mengubah hasilnya.

Pimpinan peneliti, Profesor Dr Paola Sebastiani dan Dr Thomas Perls mengatakan: “Penanda ini bisa menggambarkan perbedaan lama usia seseorang, dan akan menjanjikan prakiraan masa penuaan yang lebih sehat, perubahan fungsi otak dan fisik, kelangsungan hidup serta penyakit yang berkaitan dengan usia seperti jantung, stroke, diabetes tipe 2 dan kanker.”

“Alat ini akan menentukan tahapan definisi penuaan berbasis molekul memanfaatkan informasi dari beberapa penanda tubuh untuk menghasilkan indikator terkait kematian yang berbeda serta risiko morbiditas,” kata mereka.

“Saat ini, banyak perkiraan dan perhitungan risiko sudah ada untuk memprediksi penyakit tertentu seperti penyakit jantung,” imbuh mereka.

“Namun demkikian, kami mengambil langkah lain untuk menunjukkan bahwa pola-pola tertentu kelompok penanda dalam tubuh bisa menunjukkan seberapa baik seseorang menua dan risiko mereka terkena sindrom dan penyakit terkait usia,” pungkasnya.

Para peneliti memberi catatan bahwa studi lebih lanjut pada kelompok orang yang lebih besar masih diperlukan untuk mendapatkan hasil yang lebih pasti. (asp/dm)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
29 Tempat Paling Menakjubkan di Muka Bumi (2)
- Sabtu, 2 Desember 2017 - 22:46 WIB

29 Tempat Paling Menakjubkan di Muka Bumi (2)

Planet Bumi penuh dengan tempat-tempat unik. Beberapa di antaranya terbentuk dari formasi tanah selama ribuan tahun, sementara yang lainnya merupakan ...
29 Tempat Paling Menakjubkan di Muka Bumi (1)
- Sabtu, 2 Desember 2017 - 22:22 WIB

29 Tempat Paling Menakjubkan di Muka Bumi (1)

Planet Bumi penuh dengan tempat-tempat unik. Beberapa di antaranya terbentuk dari formasi tanah selama ribuan tahun, sementara yang lainnya merupakan ...
Simak Fitur Baru WhatsApp Ini!
- Sabtu, 2 Desember 2017 - 11:01 WIB

Simak Fitur Baru WhatsApp Ini!

Dalam perbincangan di grup WhatsApp, mungkin akan sulit membuat suara Anda diperhatikan sesama teman. Tapi, satu fitur baru akan memastikan ...
Anda Seorang Pengguna iPhone atau iPad? Siap-siap Menerima Kejutan Ini!
- Kamis, 30 November 2017 - 19:59 WIB

Anda Seorang Pengguna iPhone atau iPad? Siap-siap Menerima Kejutan Ini!

Google telah digugat atas nama jutaan pengguna di Inggris, karena dianggap telah melakukan pelanggaran privasi, setelah secara diam-diam ternyata mengakses ...
Rp2,6 Juta/Kg! Musang King, Durian Termahal di Dunia
- Kamis, 16 November 2017 - 07:02 WIB

Rp2,6 Juta/Kg! Musang King, Durian Termahal di Dunia

Ini nih, durian termahal di dunia. Namanya Musang King alias Raja Musang. Tak diketahui dengan pasti alasan penamaan tersebut. Mungkin, ...
Populasi Orangutan Liar di Kalimantan Turun 25 Persen
- Senin, 13 November 2017 - 17:22 WIB

Populasi Orangutan Liar di Kalimantan Turun 25 Persen

Penyusutan hutan, konflik dan perburuan liar serta perubahan iklim merupakan penyebab utama menurunnya populasi orangutan di Kalimantan hingga 25% dalam ...