Minggu, 18 Februari 2018 | 15.56 WIB
Metro24Jam>SainsTek>Tak Berkategori>Penelitian Terakhir Luar Angkasa: Tak Didapat Bukti Adanya Alien

Penelitian Terakhir Luar Angkasa: Tak Didapat Bukti Adanya Alien

Rabu, 26 April 2017 - 01:46 WIB

IMG-13

Galaxy Bima Sakti (NASA)

CALIFORNIA, metro24jam.com – Memindai ribuan bintang yang jauh untuk menemukan jejak sinyal laser–yang oleh beberapa ilmuwan diperkirakan bisa memberi tanda-tanda kehidupan asing yang maju–ternyata tidak memperoleh hasil apa pun. Kabar ini mungkin memberikan pukulan besar bagi mereka yang berharap akan menemukan makhluk tetangga antar bintang dalam waktu dekat.

Dalam sebuah studi baru, para peneliti melihat cahaya yang berasal dari 5.600 bintang di galaksi Bima Sakti kita–dengan 2.000 di antarannya diduga menjadi menjadi tuan rumah bagi planet yang mirip Bumi–akhirnya tidak memberikan hasil yang diharapkan.

Apakah peradaban alien memang tidak menggunakan sinar laser kuat seperti yang kita duga, atau para alien itu tidak ada di sana?

Satu tim dari University of California Berkeley mendasarkan penelitan mereka pada gagasan yang diajukan oleh sesama ilmuwan SETI (Search for Extraterrestrial Intelligence), yaitu: jika kehidupan maju ada di luar sana, mungkin menggunakan teknologi laser ‘terarah’.

Kita sendiri pun baru mulai mengeksplorasi jenis teknologi ini, dan para ahli, termasuk Stephen Hawking, berpikir bahwa dengan melihat jauh ke luar angkasa untuk mendapatkan pantulan sinar laser semacam ini, bisa menjadi salah satu cara menandai tempat tinggal makhluk asing.

Tapi teori itu mungkin tidak berlaku, berdasarkan penelitian terbaru ini.

“Kami tidak menemukan adanya emisi laser yang berasal dari wilayah planet ini di sekitar 5.600 bintang,” jelas tim tersebut dalam makalah mereka.

Hal itu didasarkan pada analisis pengukuran cahaya bintang historis yang dilakukan di teleskop Keck di Hawaii antara tahun 2004 dan 2016, diproses melalui suatu algoritma khusus yang dirancang untuk menemukan bukti adanya ledakan laser yang tidak biasa.

Algoritma yang dikembangkan oleh para ilmuwan dirancang untuk memotong cahaya latar yang dipancarkan oleh masing-masing bintang untuk membantu menemukan pulsa buatan yang bisa menjadi tanda sinar laser. Namun ternyata tidak ada jejak yang ditemukan seperti perkiraan kita sebelumnya.

Tapi kita memang belum bisa mengesampingkan keberadaan makhluk luar angkasa begitu saja. Karena temuan itu berarti bahwa jika mereka berada di luar angkasa sana, tidak menggunakan teknologi laser yang melintasi bintang-bintang ini, yang kebanyakan berada dalam jarak 100 parsec (sekitar 326 tahun cahaya) dari planet kita.

“Hasil ini menempatkan batas atas jumlah peradaban yang mentransmisikan laser ke arah kami saat kami mengamati,” kata Nathaniel Tellis, salah satu anggota timkepada George Dvorsky di Gizmodo.

“Itu hanya satu jenis komunikasi, tapi kami percaya bahwa untuk komunikasi yang ditargetkan, laser sangat efisien.”

Mungkin alien di luar sana telah jauh melampaui jenis sistem komunikasi laser ini, tapi relatif mudah untuk melihat tanda-tanda itu dari Bumi. Itulah sebabnya mengapa para ilmuwan ingin mencobanya–tidak seperti sinyal radio, sinyal laser tidak mengalami penurunan yang banyak saat melewati ruang angkasa.

Hal itu sama seperti Bumi, yang juga tidak menggunakan komunikasi laser apapun ke dunia yang jauh. Dengan kata lain, penelitian yang telah dilakukan di Bumi dari jarak 325 tahun cahaya, tidak ada tanda-tanda kehidupan terlihat.

Dengan kata lain, kita mungkin hanya perlu mengubah apa yang kita cari, bukan di tempat yang kita cari.

“Setiap bintang dari satu-satunya bintang bisa memiliki Kota New York, Paris, London, dan kita sama sekali tidak tahu,” kata Tellis kepada Marina Koren di The Atlantic.

Penelitian ini telah diterima untuk dipublikasikan dalam edisi mendatang The Astronomical Journal. Menunggu saat itu, Anda bisa membaca versi pracetak di arXiv.org. (asp/sci)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
4 Mitos Menyesatkan Soal Makanan Organik dan Hasil Rekayasa Genetik
- Selasa, 13 Februari 2018 - 16:38 WIB

4 Mitos Menyesatkan Soal Makanan Organik dan Hasil Rekayasa Genetik

Bagi sebagian konsumen, berbelanja di supermarket kadang harus dilakukan dengan membuat keputusan luar biasa.Setelah debat panjang di lorong belanjaan, dan ...
Hasil Penelitian: Hindari Menikah pada Valentine Day
- Senin, 12 Februari 2018 - 11:59 WIB

Hasil Penelitian: Hindari Menikah pada Valentine Day

14 Februari. Kedengarannya seperti hari paling romantis untuk melangsungkan pernikahan di tahun ini. Tapi, pasangan yang memilih mengikat janji setia ...
Begini Wajah Asli Nenek Moyang Orang Inggris yang Berasal dari Afrika
- Rabu, 7 Februari 2018 - 15:25 WIB

Begini Wajah Asli Nenek Moyang Orang Inggris yang Berasal dari Afrika

Orang Inggris kuno ternyata memiliki kulit hitam, rambut hitam keriting dan mata biru, menurut hasil uji DNA. Melansir ...
Chrome64, Browser Pembungkam Iklan dan Video Otomatis di Website
- Jumat, 26 Januari 2018 - 20:21 WIB

Chrome64, Browser Pembungkam Iklan dan Video Otomatis di Website

Beberapa hal menjengkelkan mungkin muncul ketika Anda membuka satu situs internet saat sebuah iklan tiba-tiba saja muncul satu halaman penuh ...
Blippar, Aplikasi Pengenal Wajah Futuristik
- Minggu, 7 Januari 2018 - 14:53 WIB

Blippar, Aplikasi Pengenal Wajah Futuristik

Anda segera bisa mengidentifikasi orang yang menggunakan aplikasi pengenal wajah futuristik melalui smartphone. Perangkat lunak bekerja dengan memindai wajah lalu ...
29 Tempat Paling Menakjubkan di Muka Bumi (2)
- Sabtu, 2 Desember 2017 - 22:46 WIB

29 Tempat Paling Menakjubkan di Muka Bumi (2)

Planet Bumi penuh dengan tempat-tempat unik. Beberapa di antaranya terbentuk dari formasi tanah selama ribuan tahun, sementara yang lainnya merupakan ...