Selasa, 21 November 2017 | 16.45 WIB
Metro24Jam>SainsTek>Tak Berkategori>Sudah Teruji, Anak Negeri Temukan Obat Berkhasiat untuk Segala Jenis Penyakit Kronis

Sudah Teruji, Anak Negeri Temukan Obat Berkhasiat untuk Segala Jenis Penyakit Kronis

Minggu, 5 November 2017 - 12:05 WIB

IMG-51

Ramuan E12 ciptaan. (ist/metro24jam.com)

MEDAN, metro24jam.com – Kemajuan di berbagai bidang teknologi kini merambah ke Indonesia. Salah satunya perkembangan di bidang kesehatan. Salah satu temuan anak bangsa di bidang obat-obatan jenis ramuan, akhirnya mampu dan sudah teruji dalam membasmi dan mengobati berbagai macam penyakit.

BIo Teknologi Fermentasi E12, demikian obat itu dinamakan oleh penemunya, Drs Parlindungan Sihotang SE SH MSi. Dengan berbagai uji coba di berbagai laboratorium terkemuka, diperoleh hasil yang mengejutkan bagi kalangan ilmuwan.

Melakukan penelitian bersama rekannya, Toni. Keduanya, berhasil menemukan Bio Teknologi Fermentasi E12 yang bahan dasarnya terbuat ramuan buah-buahan dan tumbuhan yang difermentasikan, tanpa bahan kimia. Mereka meraih kepercayaan dari berbagai instansi, hasil kelulusan uji laboratorium yang meyakinkan.

Setelah berkembang pesat dan mampu menyembuhkan penyakit, bisa dipergunakan mengatasi masalah tanaman bahkan penyakit hewan ternak, sang penemu Dr Parlindungan Sihotang SE SH MSi sudah berhasil membantu mengatasi keluhan masyarakat sampai ke beberapa kota di Indonesia bersama para timnya, Haposann Siregar SPd, Riwanda, Ir Robert Sitorus, Budi Sinurat, Ranto Sinambela dan lainnya.

“Seluruh penyakit yang ada di muka bumi bisa disembuhkan, termaksud jenis penyakit yang sulit disembuhkan seperti, HIV, komplikasi, urat kejepit, pecandu narkoba, kanker, ginjal dan segala penyakit yang disebabkan oleh virus, lebih kurang 2 minggu sembuh dengan mengkonsumsi Bio Teknolohi Fermentasi E12 ini secara teratur,” kata Parlindungan di hadapan para tamu undangan dan awak media di Medan.

Pria asli Sumut yang sekaligus ketua LCKI (Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia) ini juga mengungkapkan, bahwa temannya tersebut telah banyak mendapat tawaran dari berbagai negara, akan tetapi, sebagai anak bangsa, ia ingin menunjukkan dan membantu penyembuhan penyakit di negerinya sendiri.

“Inilah salah satu temuan anak bangsa yang saya tunjukan dan harus saya berikan. Hasil uji coba telah kita lalui dan mereka tak percaya melihat hasilnya yang melampaui prediksi. Sewaktu kita teliti penemuan kita ini, kandungan E Coli = ratusan, sampai kita teliti hingga Nol. Bahkan panitia gak yakin untuk mendatangani, sehingga beberapa sempel kami diuji kembali dan memang hasilnya adalah nol,” paparnya, belum lama ini.

Pada tahun 2014, Sihotang dan rekannya, melakukan penelitian di laboratorium IPB dan hasilnya cukup mencengangkan pihak IPB. Bahkan 2016 untuk penelitian ke tumbuhan, Bio Teknologi Fermentasi E12 telah diuji atau diketahui oleh Menteri Lingkungan Hidup serta Kehutanan RI No: 21/LHU/XIII/P3HH-3/2016 pada tanggal 23 Maret 2016, dan hasil obat ini betul-betul membawa mukzijat.

“Hasil uji lab, bahwa segala virus yg membahayakan di dalam tubuh bisa di nol-kan. Begitu juga bila digunakan sebagai pupuk, untuk sampah dan peternakan, semua bisa digunakan. Kecepatan penyembuhan ibarat kecepatan kilat,” katanya.

Bahkan beberapa pasien yang mengaku sembuh penyakitnya dengan mengkonsumsi Bio Teknologi Fermentasi E12, ditampilkan untuk menyampaikan kesaksiannya.

Pendeta J Manulang, salah satunya. Di hadapan warga dan para media, dia mengulas kenangannya sewaktu divonis sakit urat kejepit. Sakit itu menggerogotinya cukup lama.

Sakitnya itu berawal ketika ia tersengat listtik bertegangan tinggi. Berobat medis dan sebagainya telah dilalui, namun tubuhnya semakin tak bergerak.

“Dua bulan lalu saya masih stroke. Sama sekali saya tidak bisa jalan. Tubuh saya mati separuh, gak bisa ngapa-ngapain. Setelah kita cek, penyakit saya saraf terjepit. Hingga saya akhirnya bertemu dengan Pak Sihotang dan beliau memberikan satu botol untuk saya minum. Sampai sekarang segalanya bisa lancar aktifitas saya. Sampai saat ini saya jadi bisa berjalan,” akunya.

Bahkan orangtua, ia mengaku setelah sembuh, ia memberitahukan khasiat obat tersebut kepada keluarganya.

“Ibu saya yang lumpuh, jalan dimana-mana hanya bisa ngesot, setelah mengkonsumsi obat ini, sekarang sudah sembuh,” ujarnya.

Lain lagi Pdt Petrus Sihombing (50). Baru beberapa bulan lalu ia mengaku mengidap penyakit gula, diabetes dan mata mulai merabun. Namun setelah disarankan meminum ramuan tersebut, Pendeta yang tinggal Jalan Tangguk Bongkar 8, No.125B ini mengatakan sudah bisa beraktifitas layaknya tak memiliki riwayat penyakit.

Masih ada lagi Miki Syafrizal Nasution (37), yang dulunya adalah pencandu narkoba kelas berat. Sebelum sembuh, ia menuturkan bahwa selama 15 tahun hidupnya tak karuan karena sering salah dengan melukai tangannya sendiri. Pria bertato dikedua lengannya ini juga memiliki riwayat penyakit asam lambung.

“Saya minum obat ini sekitar 2 bulan. 7 sampai 10 sendok untuk 3 kali sehari. Sekarang hidup saya jauh lebih baik. Saya pun sekarang sudah bekerja sebagai sekuriti dan niat atau godaan untuk ke sana lagi (memakai narkoba), hilang sama sekali,” sebutnya.

Di penghujung pertemuan, sang penemu ramuan yang dianggap penuh mukzijat tersebut kembali memberikan arahannya agar setiap orang jangan menyerah akan setiap penyakit yang diderita.

“Serahkan pada sang Pencipta dan yakinlah segala sesuatunya. Dan Bio Teknologi Fermentasi E12 ini, mampu mengatasi segala macam penyakit kronis apapun juga. Yang lumpuh dengan segera bisa berjalan,” sebutnya.(vin)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Rp2,6 Juta/Kg! Musang King, Durian Termahal di Dunia
- Kamis, 16 November 2017 - 07:02 WIB

Rp2,6 Juta/Kg! Musang King, Durian Termahal di Dunia

Ini nih, durian termahal di dunia. Namanya Musang King alias Raja Musang. Tak diketahui dengan pasti alasan penamaan tersebut. Mungkin, ...
Populasi Orangutan Liar di Kalimantan Turun 25 Persen
- Senin, 13 November 2017 - 17:22 WIB

Populasi Orangutan Liar di Kalimantan Turun 25 Persen

Penyusutan hutan, konflik dan perburuan liar serta perubahan iklim merupakan penyebab utama menurunnya populasi orangutan di Kalimantan hingga 25% dalam ...
Peringatan Bagi Wanita! Alkohol Tingkatkan Risiko Kanker Payudara
- Kamis, 9 November 2017 - 11:32 WIB

Peringatan Bagi Wanita! Alkohol Tingkatkan Risiko Kanker Payudara

Tidak setiap hari, sekelompok dokter kanker terkemuka di satu negara meminta orang agar mengekang kebiasaan minum alkohol.Dalam sebuah pernyataan yang ...
Manfaatkan Kotoran Kambing, Dosen dan Mahasiswa FMIPA Unimed Buat Pupuk Organik Cair
- Minggu, 5 November 2017 - 00:15 WIB

Manfaatkan Kotoran Kambing, Dosen dan Mahasiswa FMIPA Unimed Buat Pupuk Organik Cair

Dengan memanfaatkan air seni dan kotoran hewan ternak kambing, Dra Anna Juniar MSi, ilmuwan dan Dosen Fakultas MIPA, Universitas Negeri ...
Apa Saja yang Ada dalam iPhone X, Ini Rahasianya!
- Sabtu, 4 November 2017 - 14:16 WIB

Apa Saja yang Ada dalam iPhone X, Ini Rahasianya!

Mempreteli ponsel baru seharga US$999 (± Rp 13,5 juta) mungkin tampak sebagai ide bodoh. Tapi pembongkaran pertama dari iPhone X ...
Perkenalkan! Ini Orangutan Batak, Kakak Tertua Semua Orangutan
- Jumat, 3 November 2017 - 15:24 WIB

Perkenalkan! Ini Orangutan Batak, Kakak Tertua Semua Orangutan

Para ilmuwan baru saja mengungkapkan bahwa ternyata ada tiga spesies orangutan, bukan hanya dua, seperti yang diketahui sebelumnya. Dan temuan ...