Minggu, 18 Februari 2018 | 15.52 WIB
Metro24Jam>SainsTek>Tak Berkategori>Begini Wajah Asli Nenek Moyang Orang Inggris yang Berasal dari Afrika

Begini Wajah Asli Nenek Moyang Orang Inggris yang Berasal dari Afrika

Rabu, 7 Februari 2018 - 15:25 WIB

IMG-106

Hasil rekonstruksi terbaru wajah Cheddar Man, yang disebut sebagai nenek moyang orang Inggris (Channel 4)

LONDON, metro24jam.com – Orang Inggris kuno ternyata memiliki kulit hitam, rambut hitam keriting dan mata biru, menurut hasil uji DNA.

Melansir DailyMail, Rabu (7/2/2018), temuan luar biasa itu diperoleh berdasarkan hasil tes genetik mutakhir dan teknik rekonstruksi wajah yang dilakukan untuk pertama kalinya pada tulang ‘Cheddar Man’ yang telah meninggal dunia pada 10.000 tahunlalu.

Tulang-tulang yang ditemukan di Somerset’s Cheddar Gorge, adalah kerangka manusia tertua nyaris utuh yang pernah ditemukan di Inggris. Para ilmuwan mengatakan bahwa mereka terkejut saat mengetahui bahwa pria Inggris dulu akan dianggap ‘hitam’ jika dia hidup pada saat ini.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa warna kulit penduduk asli pertama pulau Inggris kemudian berubah menjadi putih, bukan seperti yang diperkirakan sebelumnya.

Para ahli juga mengungkapkan bahwa Cheddar Man secara langsung berhubungan dengan 1 dari 10 orang yang tinggal di Inggris saat ini.

Museum Sejarah Alami (The Natural History Museum) dan Channel 4 meluncurkan sebuah rekonstruksi manusia purba kemarin, yang dibuat untuk sebuah film dokumenter: Manusia Pertama Inggris: Rahasia Pria Berusia 10.000 Tahun.

Kerangka Cheddar Man membuat sensasi saat pertama kali ditemukan di Cheddar Gorge, Somerset pada tahun 1903.

Selama lebih dari 100 tahun, para ilmuwan telah mencoba untuk mengungkapkan cerita Cheddar Man, membuat teori seperti apa penampilan, dari mana asalnya, dan apa yang bisa dia ceritakan tentang nenek moyang pertama orang Inggris.

Namun sekarang, dengan teknik rekonstruksi DNA dan wajah mutakhir, wajah pria berusia 10.000 tahun ini akhirnya bisa dilihat, dan bagaimana hubungannya dengan 300 generasi kemudian hari atau pada saat ini.

Pakar dari museum dan University College London melakukan tes genetik terhadap jenazah, yang ditemukan di Gua Gough, yang diambil dengan mengebor tulang tengkorak dan mengurutkan DNA yang tersimpan di dalamnya.

Dr Tom Booth, seorang ilmuwan dari museum tersebut mengatakan, bahwa ada kemungkinan 76 persen bahwa Cheddar Man berkulit gelap atau hitam adalah sesuatu yang luar biasa.

“Jika manusia dengan kulit warna itu berkeliaran sekarang, kita akan menyebutnya hitam, dan jauh lebih gelap dari yang kami perkirakan untuk kulit Eropa,” kata Dr Tom Booth.

“Ini benar-benar memperlihatkan bahwa kategori rasial imajiner yang kita miliki saat ini adalah konstruksi yang sangat modern, atau kontruksi sekarang ini tidak berlaku sama sekali di masa lalu,” sambungnya.

Sementara itu, Dr Rick Schulting, seorang profesor arkeologi di Universitas Oxford mengatakan, “Mungkin kita harus memikirkan kembali beberapa gagasan tentang seperti apa Inggris, apa yang kita harapkan orang Inggris kuno kelihatannya saat ini.”

Sebelumnya, sebuah rekonstruksi dari Cheddar Man, dibuat oleh University of Manchester sebelum adanya tes DNA, menggambarkannya orang Inggris kuno itu berkulit putih.

Profesor Ian Barnes, seorang ahli genetika, yang bekerja dalam penyelidikan tersebut mengatakan, bahwa penemuan bahwa orang Inggris pertama berkulit hitam tidak diperkirakan.

“Saya berasumsi, itu akan menjadi kejutan besar bagi sebagian besar anggota masyarakat. Tentu saja ini kejutan besar bagi saya,” katanya.

Inggris di era Mesolitikus atau Zaman Batu Tengah sekitar 8.000 SM, adalah tempat yang sangat berbeda dari sekarang.

Zaman Es baru saja selesai dan tanahnya menjadi hijau kembali. Kawanan aurochs–sapi liar besar–dan rusa merah berkeliaran di darat.

Mungkin permainan mengejar, pemburu dari berbagai suku menyapu, dari apa yang sekarang menjadi benua Eropa, melintasi jembatan darat melintasi Laut Utara–yang dikenal dengan Doggerland. Jumlah populasi manusia di Inggris saat itu hanya 12.000.

Pengujian terhadap DNA orang Inggris modern mengungkapkan, bahwa ada sekitar 10 persen DNA yang sama dengan Cheddar Man dan sukunya.

Kesamaan genetik yang sangat dekat dengan Cheddar Man ditemukan di wilayah Eropa Barat, termasuk Spanyol, Hungaria dan Luksemburg.

Para ilmuwan mengatakan bahwa nenek moyang Cheddar Man tiba di Inggris melalui Timur Tengah, setelah menyeberang dari Afrika.

Tulang belulang Cheddar Man yang ditemukan. (Channel 4)

“Bagi saya, bukan hanya warna kulit itu yang menarik. Tapi, kombinasi dari fitur yang membuatnya tidak terlihat seperti orang yang Anda lihat hari ini,” kata Profesor Ian Barnes, pemimpin penelitian di Natural History Museum, pada pemutaran film dokumenter tersebut.

“Tak hanya kulit gelap dan mata biru, karena Anda bisa mendapatkan kombinasi itu, tapi juga bentuk wajahnya. Jadi, gabungan dari semua itu, membuatnya tidak sama dengan orang yang Anda lihat hari ini,” sambung Prof Barnes.

Ditambahkannya, bahwa meskipun ini hanya satu individu, tapi pada saat ini adalah model yang bagus untuk penampilan orang-orang Inggris lainnya.

Profesor Barnes dan Dr Selina Brace mengekstrak data DNA dari serbuk tulang setelah mengebor lubang sedalam 2mm melalu telinga ke bagian dalam tengkorak.

Mereka kemudian memindai tengkorak tersebut dan selanjutnya sebuah model 3 dimensi dihasilkan oleh ‘artis paleo’, Alfons dan Adrie Kennis, kembar identik Belanda yang merupakan ahli rekonstruksi mamalia dan manusia purba.

Cheddar Man, dianggap memiliki pola makan yang relatif baik, dan tulang belulangnya menunjukkan bahwa ia akan lebih kuat dari kebanyakan orang saat ini.

Meski populasi sebelumnya telah menetap di Inggris jauh sebelum kedatangan Cheddar Man ini, semuanya telah punah dan Cheddar Man menandai dimulainya hunian terus-menerus di kepulauan Inggris.

Profesor Mark Thomas mengatakan, satu teori adalah bahwa kulit putih berkembang di Inggris dan Eropa barat setelah nenek moyang mereka beralih ke pertanian–dan mulai makan lebih sedikit daging.

Itu artinya, orang-orang Eropa tidak lagi mendapatkan banyak vitamin D dari hati dan ikan, tapi mendapatkannya lebih banyak dari sinar matahari, sehingga terjadilah perubahan warna kulit. (dm/asp)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
4 Mitos Menyesatkan Soal Makanan Organik dan Hasil Rekayasa Genetik
- Selasa, 13 Februari 2018 - 16:38 WIB

4 Mitos Menyesatkan Soal Makanan Organik dan Hasil Rekayasa Genetik

Bagi sebagian konsumen, berbelanja di supermarket kadang harus dilakukan dengan membuat keputusan luar biasa.Setelah debat panjang di lorong belanjaan, dan ...
Hasil Penelitian: Hindari Menikah pada Valentine Day
- Senin, 12 Februari 2018 - 11:59 WIB

Hasil Penelitian: Hindari Menikah pada Valentine Day

14 Februari. Kedengarannya seperti hari paling romantis untuk melangsungkan pernikahan di tahun ini. Tapi, pasangan yang memilih mengikat janji setia ...
Chrome64, Browser Pembungkam Iklan dan Video Otomatis di Website
- Jumat, 26 Januari 2018 - 20:21 WIB

Chrome64, Browser Pembungkam Iklan dan Video Otomatis di Website

Beberapa hal menjengkelkan mungkin muncul ketika Anda membuka satu situs internet saat sebuah iklan tiba-tiba saja muncul satu halaman penuh ...
Blippar, Aplikasi Pengenal Wajah Futuristik
- Minggu, 7 Januari 2018 - 14:53 WIB

Blippar, Aplikasi Pengenal Wajah Futuristik

Anda segera bisa mengidentifikasi orang yang menggunakan aplikasi pengenal wajah futuristik melalui smartphone. Perangkat lunak bekerja dengan memindai wajah lalu ...
29 Tempat Paling Menakjubkan di Muka Bumi (2)
- Sabtu, 2 Desember 2017 - 22:46 WIB

29 Tempat Paling Menakjubkan di Muka Bumi (2)

Planet Bumi penuh dengan tempat-tempat unik. Beberapa di antaranya terbentuk dari formasi tanah selama ribuan tahun, sementara yang lainnya merupakan ...
29 Tempat Paling Menakjubkan di Muka Bumi (1)
- Sabtu, 2 Desember 2017 - 22:22 WIB

29 Tempat Paling Menakjubkan di Muka Bumi (1)

Planet Bumi penuh dengan tempat-tempat unik. Beberapa di antaranya terbentuk dari formasi tanah selama ribuan tahun, sementara yang lainnya merupakan ...