Senin, 23 April 2018 | 02.44 WIB
Metro24Jam>SainsTek>Tak Berkategori>Benua Afrika Mungkin Terpisah! Retakan Besar Panjang Ditemukan di Kenya

Benua Afrika Mungkin Terpisah! Retakan Besar Panjang Ditemukan di Kenya

Minggu, 1 April 2018 - 10:54 WIB

IMG-122

Rekahan panjang di Kenya. (BBC Africa/Mirror)

KENYA, metro24jam.com – Satu rekahan besar yang sudah membentang sejauh beberapa mil panjang dan seakan mulai membelah Kenya memicu kekhawatiran bahwa Afrika akhirnya akan terbelah menjadi dua.

Retakan tanah itu terus membesar, dan seorang ahli mengatakan itu menjadi bukti bahwa benua itu akan segera terpecah dua, seperti dilaporkan Mirror, Minggu (1/4/2018).

“Rekahan itu muncul seiring aktivitas seismik dan telah menyebabkan bagian dari jalan raya Nairobi-Narok di bagian barat daya Kenya runtuh,” kata Dr Lucia Perez Diaz.

Selama periode puluhan juta tahun, katanya, air mata akan menjadi begitu besar sehingga lautan akan banjir di bagian-bagian Ethiopia dan Somalia, termasuk Tanduk Afrika, akan menjadi sebuah pulau, sehingga terpisah dari daratan utama.

Dr Diaz, seorang peneliti di Grup Peneliti Kesalahan Dinamika (Fault Dynamics Research Group) di Royal Holloway, Universitas London, telah menulis sebuah artikel untuk Conversation yang menjelaskan bagaimana benua Afrika akan terpecah.

Dia mengatakan lempengan tektonik di kerak bumi dan mantel atas bisa menciptakan keretakan ketika pecah, dan contoh aktifnya adalah Lembah Retak Afrika Timur, di mana celah itu muncul.

“Lembah Retak Afrika Timur membentang lebih dari 3.000 km dari Teluk Aden di utara menuju Zimbabwe di selatan, memecah lempeng Afrika menjadi dua bagian yang tidak sama: lempeng Somali dan Nubia,” tulis Dr Diaz dalam laporan itu.

“Aktivitas sepanjang cabang timur lembah keretakan, yang membentang di sepanjang Ethiopia, Kenya dan Tanzania, menjadi jelas ketika retakan besar tiba-tiba muncul di Kenya barat daya,” sambungnya.

Menurut Dr Diaz, keretakan adalah tahap awal dari perpecahan benua, dan jika berhasil, dapat mengarah pada pembentukan cekungan laut baru.

Rekahan panjang yang sudah terlihat di Afrika. (Mirror)

Skenario itu terjadi ketika sebuah daratan besar pecah menjadi dua, menciptakan apa yang sekarang dikenal sebagai Amerika Selatan dan Afrika pada sekitar 138 juta tahun yang lalu.

Proses yang disebut peretakan benua itu diakibatkan penyebaran besar magma yang memaksa kerak bumi naik ke atas, yang menyebabkannya melemah dan pecah.

Para periset telah menemukan bukti dari semburan yang lebih panas dari normal – disebut “Superswell Afrika” – di lembah keretakan.

Meski begitu, keretakan yang muncul di Kenya, untuk saat ini hanya melebar beberapa milimeter per tahun.

“Pada akhirnya, selama periode puluhan juta tahun, penyebaran dasar laut akan berkembang di sepanjang keretakan,” sambung Dr Diaz dalam tulisannya.

“Lautan akan membanjiri [peretakan], dan sebagai hasilnya, benua Afrika akan menjadi lebih kecil dan akan ada pulau besar di Samudera Hindia yang terdiri dari bagian-bagian Ethiopia dan Somalia, termasuk Tanduk Afrika.”

“Peristiwa dramatis, seperti gempa besar dahsyat dapat membuat benua terpecah lebih cepat. Namun begitu, sebagian besar berjalan tanpa ada yang menyadarinya,” tutupnya. (mir/asp)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Bioteknologi Balitbangtan Berhasil Kembangkan Jeruk Medan Tanpa Biji
- Senin, 16 April 2018 - 02:16 WIB

Bioteknologi Balitbangtan Berhasil Kembangkan Jeruk Medan Tanpa Biji

Jeruk merupakan salah satu buah yang sangat digemari di mana-mana. Ini disebabkan keunggulan buah yang rasanya enak (manis), bergizi tinggi, ...
Gelang Pintar Ini akan Memberitahu Jika Anda Sedang Dalam Bahaya
- Sabtu, 14 April 2018 - 09:12 WIB

Gelang Pintar Ini akan Memberitahu Jika Anda Sedang Dalam Bahaya

Seorang mahasiswa pascasarjana Universitas Alabama berhasil mengembangkan alat yang tidak biasa untuk memerangi ancaman kekerasan seksual bagi wanita.Perangkat canggih itu ...
Peristiwa Langka! Ular Boa Kembar Siam, Masing-masing Memiliki Jantung dan Saluran Pencernaan
- Senin, 19 Maret 2018 - 08:08 WIB

Peristiwa Langka! Ular Boa Kembar Siam, Masing-masing Memiliki Jantung dan Saluran Pencernaan

Baru-baru ini seorang peternak ular asal California baru saja mendapatkan seekor bayi ular Boa kembar Siam. Lahir dengan dua kepala ...
4 Mitos Menyesatkan Soal Makanan Organik dan Hasil Rekayasa Genetik
- Selasa, 13 Februari 2018 - 16:38 WIB

4 Mitos Menyesatkan Soal Makanan Organik dan Hasil Rekayasa Genetik

Bagi sebagian konsumen, berbelanja di supermarket kadang harus dilakukan dengan membuat keputusan luar biasa.Setelah debat panjang di lorong belanjaan, dan ...
Hasil Penelitian: Hindari Menikah pada Valentine Day
- Senin, 12 Februari 2018 - 11:59 WIB

Hasil Penelitian: Hindari Menikah pada Valentine Day

14 Februari. Kedengarannya seperti hari paling romantis untuk melangsungkan pernikahan di tahun ini. Tapi, pasangan yang memilih mengikat janji setia ...
Begini Wajah Asli Nenek Moyang Orang Inggris yang Berasal dari Afrika
- Rabu, 7 Februari 2018 - 15:25 WIB

Begini Wajah Asli Nenek Moyang Orang Inggris yang Berasal dari Afrika

Orang Inggris kuno ternyata memiliki kulit hitam, rambut hitam keriting dan mata biru, menurut hasil uji DNA. Melansir ...