Senin, 23 April 2018 | 02.45 WIB
Metro24Jam>SainsTek>Tak Berkategori>Gelang Pintar Ini akan Memberitahu Jika Anda Sedang Dalam Bahaya

Gelang Pintar Ini akan Memberitahu Jika Anda Sedang Dalam Bahaya

Sabtu, 14 April 2018 - 09:12 WIB

IMG-125

Gelang pintar. (UAB/DailyMail)

CALIFORNIA, metro24jam.com – Seorang mahasiswa pascasarjana Universitas Alabama berhasil mengembangkan alat yang tidak biasa untuk memerangi ancaman kekerasan seksual bagi wanita.

Perangkat canggih itu akan memonitor tanda-tanda vital pemakai dan dapat menangkap perubahan saat dirinya sedang diserang.

Gelang pintar yang disebut masih dalam tahap prototipe, akan memberi peringatan kepada daftar kontak yang telah ditentukan dan polisi, ketika pemakainya sedang dalam ancaman.

Selain itu, perangkat tersebut juga akan mengeluarkan suara alarm kuat serta dilengkapi dengan lampu strobo merah, yang dimaksudkan untuk menakut-nakuti penyerang atau untuk mendapatkan perhatian di sekitarnya.

Mengutip DailyMail, tim pembuat gelang tersebut, Professor Dr Ragib Hasan dan mahasiswa pascasarjana Jayun Patel berharap, bahwa alat ini dapat mencegah serangan seksual, yang sangat umum di kampus seperti di tempat mereka.

Dalam satu pernyataan, Dr Hasan menjelaskan bahwa, kemampuan untuk menghubungi pihak berwenang biasanya tidak selalu siap bagi korban yang diserang.

“Tantangan utama untuk melakukan pencegahan adalah, biasanya ketika diserang, korban sering tidak akan mudah untuk mengakses pertolongan,” sebut Dr Hasan.

“Apakah itu menelepon 911 (panggilan darurat) atau menggunakan aplikasi panggilan darurat. Kesemua alat tersebut mengharuskan pengguna menekan tombol untuk meminta bantuan.”

“Itu sering tidak memungkinkan ketika aksi kekerasan sedang terjadi, atau jika seseorang tidak sempat menyadari akan adanya serangan itu,” lanjutnya.

Pada penelitian itu, Dr Hasan mengarahkan Patel, sementara ia mendesain produk baru, yang berfokus pada pembelajaran mesin dan sensor sehingga bisa mendeteksi tanda-tanda serangan.

Menurut Dr Hasan, gelang ini memiliki perangkat antara lain, Adafruit Circuit Playground, sensor tekanan, kemampuan GPS dan mikrofon.

Alat itu juga bisa menentukan apakah seorang pemakai sedang berdiri atau berbaring.

Jika perangkat mendeteksi bahwa pemakai sedang dalam bahaya, gelang yang terhubung ke ponsel pintar mereka melalui Bluetooth, akan segera mengirim pesan ke petugas darurat serta memberitahu lokasi pemakainya.

Selain itu, perangkat tersebut juga memberikan pesan kepada teman-teman yang telah ditentukan lewat satu aplikasi.

“Sensor memungkinkan gelang untuk mengumpulkan aktivitas pengguna dan tanda-tanda vital secara terus-menerus,” beber Patel.

“Algoritma pembelajaran mesin mendeteksi dan membedakan gerakan reguler pengguna dan gerakan tak terduga serta tiba-tiba yang mungkin menjadi indikasi serangan,” imbuhnya.

Meski dirancang dengan tujuan mendeteksi serangan, tetapi perangkat ini juga bisa digunakan untuk situasi darurat lainnya.

Misalnya, alat itu juga berpotensi digunakan untuk memperingatkan pihak berwenang jika orangtua jatuh atau memberikan jika seseorang dengan disabilitas melakukan gerakan berisiko.

Lebih lanjut dikatakan Patel, dia ingin memperluas teknologi tersebut dan membuat barang-barang ‘pintar’ lainnya seperti, sepatu dan anting-anting, yang berfungsi untuk membuat orang tetap aman.

Perangkat wearable yang dirancang di laboratorium Dr Hasan ini tergolong berbiaya rendah. Untuk prototipe gelang tersebut, harganya hanya kurang dari US$40 atau lebih kurang Rp520.000.

Para peneliti berharap harga tersebut bisa dikurangi, jika sudah diproduksi massal nanti.

Teknologi ini dapat bermanfaat bagi sebagian besar penduduk, karena sepertiga wanita dan seperenam pria di Amerika Serikat selalu mengalami kekerasan seksual.

Kita tinggal menunggu, kapan ke Indonesia? (asp/dm)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Bioteknologi Balitbangtan Berhasil Kembangkan Jeruk Medan Tanpa Biji
- Senin, 16 April 2018 - 02:16 WIB

Bioteknologi Balitbangtan Berhasil Kembangkan Jeruk Medan Tanpa Biji

Jeruk merupakan salah satu buah yang sangat digemari di mana-mana. Ini disebabkan keunggulan buah yang rasanya enak (manis), bergizi tinggi, ...
Benua Afrika Mungkin Terpisah! Retakan Besar Panjang Ditemukan di Kenya
- Minggu, 1 April 2018 - 10:54 WIB

Benua Afrika Mungkin Terpisah! Retakan Besar Panjang Ditemukan di Kenya

Satu rekahan besar yang sudah membentang sejauh beberapa mil panjang dan seakan mulai membelah Kenya memicu kekhawatiran bahwa Afrika akhirnya ...
Peristiwa Langka! Ular Boa Kembar Siam, Masing-masing Memiliki Jantung dan Saluran Pencernaan
- Senin, 19 Maret 2018 - 08:08 WIB

Peristiwa Langka! Ular Boa Kembar Siam, Masing-masing Memiliki Jantung dan Saluran Pencernaan

Baru-baru ini seorang peternak ular asal California baru saja mendapatkan seekor bayi ular Boa kembar Siam. Lahir dengan dua kepala ...
4 Mitos Menyesatkan Soal Makanan Organik dan Hasil Rekayasa Genetik
- Selasa, 13 Februari 2018 - 16:38 WIB

4 Mitos Menyesatkan Soal Makanan Organik dan Hasil Rekayasa Genetik

Bagi sebagian konsumen, berbelanja di supermarket kadang harus dilakukan dengan membuat keputusan luar biasa.Setelah debat panjang di lorong belanjaan, dan ...
Hasil Penelitian: Hindari Menikah pada Valentine Day
- Senin, 12 Februari 2018 - 11:59 WIB

Hasil Penelitian: Hindari Menikah pada Valentine Day

14 Februari. Kedengarannya seperti hari paling romantis untuk melangsungkan pernikahan di tahun ini. Tapi, pasangan yang memilih mengikat janji setia ...
Begini Wajah Asli Nenek Moyang Orang Inggris yang Berasal dari Afrika
- Rabu, 7 Februari 2018 - 15:25 WIB

Begini Wajah Asli Nenek Moyang Orang Inggris yang Berasal dari Afrika

Orang Inggris kuno ternyata memiliki kulit hitam, rambut hitam keriting dan mata biru, menurut hasil uji DNA. Melansir ...