Rabu, 26 September 2018 | 08.01 WIB
Metro24Jam>SainsTek>Tak Berkategori>Begini Wajah Asli Nenek Moyang Orang Inggris yang Berasal dari Afrika

Begini Wajah Asli Nenek Moyang Orang Inggris yang Berasal dari Afrika

Rabu, 7 Februari 2018 - 15:25 WIB

IMG-106

Hasil rekonstruksi terbaru wajah Cheddar Man, yang disebut sebagai nenek moyang orang Inggris (Channel 4)

LONDON, metro24jam.com – Orang Inggris kuno ternyata memiliki kulit hitam, rambut hitam keriting dan mata biru, menurut hasil uji DNA.

Melansir DailyMail, Rabu (7/2/2018), temuan luar biasa itu diperoleh berdasarkan hasil tes genetik mutakhir dan teknik rekonstruksi wajah yang dilakukan untuk pertama kalinya pada tulang ‘Cheddar Man’ yang telah meninggal dunia pada 10.000 tahunlalu.

Tulang-tulang yang ditemukan di Somerset’s Cheddar Gorge, adalah kerangka manusia tertua nyaris utuh yang pernah ditemukan di Inggris. Para ilmuwan mengatakan bahwa mereka terkejut saat mengetahui bahwa pria Inggris dulu akan dianggap ‘hitam’ jika dia hidup pada saat ini.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa warna kulit penduduk asli pertama pulau Inggris kemudian berubah menjadi putih, bukan seperti yang diperkirakan sebelumnya.

Para ahli juga mengungkapkan bahwa Cheddar Man secara langsung berhubungan dengan 1 dari 10 orang yang tinggal di Inggris saat ini.

Museum Sejarah Alami (The Natural History Museum) dan Channel 4 meluncurkan sebuah rekonstruksi manusia purba kemarin, yang dibuat untuk sebuah film dokumenter: Manusia Pertama Inggris: Rahasia Pria Berusia 10.000 Tahun.

Kerangka Cheddar Man membuat sensasi saat pertama kali ditemukan di Cheddar Gorge, Somerset pada tahun 1903.

Selama lebih dari 100 tahun, para ilmuwan telah mencoba untuk mengungkapkan cerita Cheddar Man, membuat teori seperti apa penampilan, dari mana asalnya, dan apa yang bisa dia ceritakan tentang nenek moyang pertama orang Inggris.

Namun sekarang, dengan teknik rekonstruksi DNA dan wajah mutakhir, wajah pria berusia 10.000 tahun ini akhirnya bisa dilihat, dan bagaimana hubungannya dengan 300 generasi kemudian hari atau pada saat ini.

Pakar dari museum dan University College London melakukan tes genetik terhadap jenazah, yang ditemukan di Gua Gough, yang diambil dengan mengebor tulang tengkorak dan mengurutkan DNA yang tersimpan di dalamnya.

Dr Tom Booth, seorang ilmuwan dari museum tersebut mengatakan, bahwa ada kemungkinan 76 persen bahwa Cheddar Man berkulit gelap atau hitam adalah sesuatu yang luar biasa.

“Jika manusia dengan kulit warna itu berkeliaran sekarang, kita akan menyebutnya hitam, dan jauh lebih gelap dari yang kami perkirakan untuk kulit Eropa,” kata Dr Tom Booth.

“Ini benar-benar memperlihatkan bahwa kategori rasial imajiner yang kita miliki saat ini adalah konstruksi yang sangat modern, atau kontruksi sekarang ini tidak berlaku sama sekali di masa lalu,” sambungnya.

Sementara itu, Dr Rick Schulting, seorang profesor arkeologi di Universitas Oxford mengatakan, “Mungkin kita harus memikirkan kembali beberapa gagasan tentang seperti apa Inggris, apa yang kita harapkan orang Inggris kuno kelihatannya saat ini.”

Sebelumnya, sebuah rekonstruksi dari Cheddar Man, dibuat oleh University of Manchester sebelum adanya tes DNA, menggambarkannya orang Inggris kuno itu berkulit putih.

Profesor Ian Barnes, seorang ahli genetika, yang bekerja dalam penyelidikan tersebut mengatakan, bahwa penemuan bahwa orang Inggris pertama berkulit hitam tidak diperkirakan.

“Saya berasumsi, itu akan menjadi kejutan besar bagi sebagian besar anggota masyarakat. Tentu saja ini kejutan besar bagi saya,” katanya.

Inggris di era Mesolitikus atau Zaman Batu Tengah sekitar 8.000 SM, adalah tempat yang sangat berbeda dari sekarang.

Zaman Es baru saja selesai dan tanahnya menjadi hijau kembali. Kawanan aurochs–sapi liar besar–dan rusa merah berkeliaran di darat.

Mungkin permainan mengejar, pemburu dari berbagai suku menyapu, dari apa yang sekarang menjadi benua Eropa, melintasi jembatan darat melintasi Laut Utara–yang dikenal dengan Doggerland. Jumlah populasi manusia di Inggris saat itu hanya 12.000.

Pengujian terhadap DNA orang Inggris modern mengungkapkan, bahwa ada sekitar 10 persen DNA yang sama dengan Cheddar Man dan sukunya.

Kesamaan genetik yang sangat dekat dengan Cheddar Man ditemukan di wilayah Eropa Barat, termasuk Spanyol, Hungaria dan Luksemburg.

Para ilmuwan mengatakan bahwa nenek moyang Cheddar Man tiba di Inggris melalui Timur Tengah, setelah menyeberang dari Afrika.

Tulang belulang Cheddar Man yang ditemukan. (Channel 4)

“Bagi saya, bukan hanya warna kulit itu yang menarik. Tapi, kombinasi dari fitur yang membuatnya tidak terlihat seperti orang yang Anda lihat hari ini,” kata Profesor Ian Barnes, pemimpin penelitian di Natural History Museum, pada pemutaran film dokumenter tersebut.

“Tak hanya kulit gelap dan mata biru, karena Anda bisa mendapatkan kombinasi itu, tapi juga bentuk wajahnya. Jadi, gabungan dari semua itu, membuatnya tidak sama dengan orang yang Anda lihat hari ini,” sambung Prof Barnes.

Ditambahkannya, bahwa meskipun ini hanya satu individu, tapi pada saat ini adalah model yang bagus untuk penampilan orang-orang Inggris lainnya.

Profesor Barnes dan Dr Selina Brace mengekstrak data DNA dari serbuk tulang setelah mengebor lubang sedalam 2mm melalu telinga ke bagian dalam tengkorak.

Mereka kemudian memindai tengkorak tersebut dan selanjutnya sebuah model 3 dimensi dihasilkan oleh ‘artis paleo’, Alfons dan Adrie Kennis, kembar identik Belanda yang merupakan ahli rekonstruksi mamalia dan manusia purba.

Cheddar Man, dianggap memiliki pola makan yang relatif baik, dan tulang belulangnya menunjukkan bahwa ia akan lebih kuat dari kebanyakan orang saat ini.

Meski populasi sebelumnya telah menetap di Inggris jauh sebelum kedatangan Cheddar Man ini, semuanya telah punah dan Cheddar Man menandai dimulainya hunian terus-menerus di kepulauan Inggris.

Profesor Mark Thomas mengatakan, satu teori adalah bahwa kulit putih berkembang di Inggris dan Eropa barat setelah nenek moyang mereka beralih ke pertanian–dan mulai makan lebih sedikit daging.

Itu artinya, orang-orang Eropa tidak lagi mendapatkan banyak vitamin D dari hati dan ikan, tapi mendapatkannya lebih banyak dari sinar matahari, sehingga terjadilah perubahan warna kulit. (dm/asp)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Penampakan COSMO AzTEC-1, Nenek Moyang Galaksi Sejagat, Jaraknya 12,4 Miliar Tahun Cahaya dari Bimasakti
- Kamis, 30 Agustus 2018 - 13:02 WIB

Penampakan COSMO AzTEC-1, Nenek Moyang Galaksi Sejagat, Jaraknya 12,4 Miliar Tahun Cahaya dari Bimasakti

Astronom berhasil merekam gambar paling tajam dari 'galaksi monster' yang mampu melahirkan bintang baru 1.000 kali lebih cepat daripada Bimasakti. ...
Ini Varietas Unggul Cabai Tahan Hama Virus Belang Hasil Riset Biolitbangtan
- Kamis, 12 Juli 2018 - 14:00 WIB

Ini Varietas Unggul Cabai Tahan Hama Virus Belang Hasil Riset Biolitbangtan

Cabai sebagai salah satu dari tujuh komoditas pangan stategis, memiliki nilai ekonomi penting di Indonesia. Fluktuasi harganya dapat mempengaruhi inflasi. ...
Balitbangtan Lepas Kedelai Hasil Tinggi Berbiji Besar Biosoy 1 dan Biosoy 2
- Selasa, 3 Juli 2018 - 13:49 WIB

Balitbangtan Lepas Kedelai Hasil Tinggi Berbiji Besar Biosoy 1 dan Biosoy 2

Kedelai merupakan sumber protein nabati paling popular dengan kandungan protein yang tinggi (36-43%) bagi masyarakat Indonesia. Konsumsi utamanya dalam bentuk ...
Huawei Nova Lite 2, Tawarkan Pengalaman Baru dengan Layar FullView
- Rabu, 9 Mei 2018 - 16:04 WIB

Huawei Nova Lite 2, Tawarkan Pengalaman Baru dengan Layar FullView

Huawei kembali meluncurkan brand terbarunya. Huawei Nova Lite yang diciptakan untuk pengguna milenial yang menampilkan layar FullView dengan desain elegan ...
Artis Ini Minum 27 Gelas Air Sehari, Apa Itu Cocok Untuk Anda? Simak Penjelasan Para Ahli!
- Selasa, 1 Mei 2018 - 08:18 WIB

Artis Ini Minum 27 Gelas Air Sehari, Apa Itu Cocok Untuk Anda? Simak Penjelasan Para Ahli!

Bintang Riverdale, Madelaine Petsch, mengungkapkan, bahwa dia minum 27 cangkir air sehari untuk menjaga tubuhnya tetap langsing.Vegetarian beruaia 23 tahun ...
Keren…! Smart Watch Ini Proyeksikan Layar Sentuh di Lengan
- Selasa, 1 Mei 2018 - 07:34 WIB

Keren…! Smart Watch Ini Proyeksikan Layar Sentuh di Lengan

Ilmuwan dan peneliti di Carnegie Mellon, Pittsburgh, Pennsylvania, telah mengembangkan jam tangan pintar pertama yang membuat lengan pemakainya sebagai layar ...