Rabu, 26 September 2018 | 07.50 WIB
Metro24Jam>SainsTek>Tak Berkategori>Peristiwa Langka! Ular Boa Kembar Siam, Masing-masing Memiliki Jantung dan Saluran Pencernaan

Peristiwa Langka! Ular Boa Kembar Siam, Masing-masing Memiliki Jantung dan Saluran Pencernaan

Senin, 19 Maret 2018 - 08:08 WIB

IMG-118

Ular Boa kembar siam. (National Geographic)

CALIFORNIA, metro24jam.com – Baru-baru ini seorang peternak ular asal California baru saja mendapatkan seekor bayi ular Boa kembar Siam.

Lahir dengan dua kepala dan satu tubuh, bayi ular itu memiliki dua jantung terpisah. Ular yang baru berusia dua minggu, ditampilkan dalam program National Geographic.

Kedua kepala dilaporkan bisa bergerak bebas secara terpisah dan menjulurkan lidahnya masing-masing secara sendiri-sendiri.

Ular tersebut kemudian dibawa ke klinik dokter hewan Dr Susan Kelleher untuk diteliti lebih lanjut.

Klinik tersebut memang mengkhususkan pada perawatan hewan eksotis, dan seorang karyawan di sana, Dr Lauren Thielen, kemudian memeriksa ular berkepala dua tersebut.

Hasil pemeriksaan sinar-X terhadap ular itu, terungkap bahwa hewan melata berkepala dua itu juga memiliki dua jantung yang berfungsi. Tidak seperti hewan kembar Siam lainnya, biasanya cenderung hanya akan memiliki satu set organ internal.

“Saya kaget ketika mengetahui ular ini memiliki dua jantung. Tapi, ini sangat menarik ketika mengetahui bahwa ular kembar Siam, benar-benar dua ular dalam satu kulit luar,” sebut Dr Lauren Thielen.

Setelah hasil sinar-X mengungkapkan bahwa makhluk itu memiliki dua jantung, Dr Thielen menggunakan teknologi non-invasif yang disebut ultrasound doppler untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Mesin itu memungkinkan dokter hewan bisa mendengarkan dua detak jantung, sekaligus memastikan bahwa hewan tersebut benar-benar memiliki sepasang organ, yang keduanya memompa darah ke dalam tubuh.

Ultrasound doppler juga memungkinkan dokter melacak aliran darah internal hewan.

Dr Thielen mengatakan bahwa dia belum pernah melihat seekor berkepala dua boa sebelumnya. Kasusnya jarang terjadi, tapi contoh ular berkepala dua lainnya telah tercatat.

Ular susu albino Honduras berkepala dua sebelumnya sudah ditampilkan di National Geographic.

Ular yang diberi nama Medusa, difilmkan saat pertama kali makan.

Momen itu akan menjadi penentu apakah hewan tersebut akan bertahan setelah tahap awal, dan hasilnya, Medusa lolos uji.

Beberapa makhluk berkepala dua selalu akan berkompetisi untuk makanan, tapi ketika salah satu dari dua kepala Medusa mulai mengkonsumsi tikus mati, kepala yang lain hanya menyaksikan tontonan itu dengan tenang.

Makhluk itu tampaknya menelan tikus mati tanpa masalah.

Keunikan lain dari ular boa kepala dua yang diperiksa Dr Thielen adalah, hewan itu juga memiliki dua saluran pencernaan.

“Jika ada dua sistem pencernaan, mungkin kita perlu memberi nutrisi pada kedua ular” kata Dr Thielen.

Dia menambahkan, bahwa hal ini berdampak negatif terhadap kemungkinan ular untuk bertahan hidup.

“Kebanyakan ular yang lahir seperti ini mati karena mereka tidak bisa mendapatkan nutrisi yang tepat, mereka berbagi ginjal atau mereka tidak bisa buang air besar secara normal,” katanya.

Dr Thielen mengatakan, bahwa nasib ular berkepala dua selalu berbeda. “Meskipun ular berkepala dua biasanya tidak hidup lama, ada beberapa laporan yang menyebutkan bahwa ia bisa tumbuh dewasa. Jadi kita harus meluangkan waktu dan melihat apa yang terjadi dengan nasib ular-ular ini,” jelasnya.

Sementara itu, Dr Kelleher mengungkapkan kegembiraannya atas temuan hewan tersebut.

“Ini mungkin satu dari sejuta atau satu dari sepuluh juta. Sangat langka, tapi itu memang terjadi. Tapi saya belum pernah tahu hal itu terjadi pada spesies ini sebelumnya,” ungkap Dr Kelleher.

Ular Boa tidak menetas dari telur eksternal. Sebaliknya, hewan ini dilahirkan dari telur yang ada dalam tubuh induknya.

National Geographic mengatakan, bahwa boa berkepala dua ini mungkin disebabkan oleh embrio yang berhenti melakukan pembelahan, sehingga terjadi bayi kembar.

Kasus-kasus serupa yang pernah terjadi pada spesies hewan lainnya yang sudah dicatat adalah pada kucing, sapi, kura-kura, ikan angsa dan hiu. (dm/asp)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Penampakan COSMO AzTEC-1, Nenek Moyang Galaksi Sejagat, Jaraknya 12,4 Miliar Tahun Cahaya dari Bimasakti
- Kamis, 30 Agustus 2018 - 13:02 WIB

Penampakan COSMO AzTEC-1, Nenek Moyang Galaksi Sejagat, Jaraknya 12,4 Miliar Tahun Cahaya dari Bimasakti

Astronom berhasil merekam gambar paling tajam dari 'galaksi monster' yang mampu melahirkan bintang baru 1.000 kali lebih cepat daripada Bimasakti. ...
Ini Varietas Unggul Cabai Tahan Hama Virus Belang Hasil Riset Biolitbangtan
- Kamis, 12 Juli 2018 - 14:00 WIB

Ini Varietas Unggul Cabai Tahan Hama Virus Belang Hasil Riset Biolitbangtan

Cabai sebagai salah satu dari tujuh komoditas pangan stategis, memiliki nilai ekonomi penting di Indonesia. Fluktuasi harganya dapat mempengaruhi inflasi. ...
Balitbangtan Lepas Kedelai Hasil Tinggi Berbiji Besar Biosoy 1 dan Biosoy 2
- Selasa, 3 Juli 2018 - 13:49 WIB

Balitbangtan Lepas Kedelai Hasil Tinggi Berbiji Besar Biosoy 1 dan Biosoy 2

Kedelai merupakan sumber protein nabati paling popular dengan kandungan protein yang tinggi (36-43%) bagi masyarakat Indonesia. Konsumsi utamanya dalam bentuk ...
Huawei Nova Lite 2, Tawarkan Pengalaman Baru dengan Layar FullView
- Rabu, 9 Mei 2018 - 16:04 WIB

Huawei Nova Lite 2, Tawarkan Pengalaman Baru dengan Layar FullView

Huawei kembali meluncurkan brand terbarunya. Huawei Nova Lite yang diciptakan untuk pengguna milenial yang menampilkan layar FullView dengan desain elegan ...
Artis Ini Minum 27 Gelas Air Sehari, Apa Itu Cocok Untuk Anda? Simak Penjelasan Para Ahli!
- Selasa, 1 Mei 2018 - 08:18 WIB

Artis Ini Minum 27 Gelas Air Sehari, Apa Itu Cocok Untuk Anda? Simak Penjelasan Para Ahli!

Bintang Riverdale, Madelaine Petsch, mengungkapkan, bahwa dia minum 27 cangkir air sehari untuk menjaga tubuhnya tetap langsing.Vegetarian beruaia 23 tahun ...
Keren…! Smart Watch Ini Proyeksikan Layar Sentuh di Lengan
- Selasa, 1 Mei 2018 - 07:34 WIB

Keren…! Smart Watch Ini Proyeksikan Layar Sentuh di Lengan

Ilmuwan dan peneliti di Carnegie Mellon, Pittsburgh, Pennsylvania, telah mengembangkan jam tangan pintar pertama yang membuat lengan pemakainya sebagai layar ...