Thursday, 20 June 2019 | 19.58 WIB
Metro24Jam>SainsTek>Benua Afrika Mungkin Terpisah! Retakan Besar Panjang Ditemukan di Kenya

Benua Afrika Mungkin Terpisah! Retakan Besar Panjang Ditemukan di Kenya

Sunday, 1 April 2018 - 10:54 WIB

IMG-122

Rekahan panjang di Kenya. (BBC Africa/Mirror)

KENYA, metro24jam.com – Satu rekahan besar yang sudah membentang sejauh beberapa mil panjang dan seakan mulai membelah Kenya memicu kekhawatiran bahwa Afrika akhirnya akan terbelah menjadi dua.

Retakan tanah itu terus membesar, dan seorang ahli mengatakan itu menjadi bukti bahwa benua itu akan segera terpecah dua, seperti dilaporkan Mirror, Minggu (1/4/2018).

“Rekahan itu muncul seiring aktivitas seismik dan telah menyebabkan bagian dari jalan raya Nairobi-Narok di bagian barat daya Kenya runtuh,” kata Dr Lucia Perez Diaz.

Selama periode puluhan juta tahun, katanya, air mata akan menjadi begitu besar sehingga lautan akan banjir di bagian-bagian Ethiopia dan Somalia, termasuk Tanduk Afrika, akan menjadi sebuah pulau, sehingga terpisah dari daratan utama.

Dr Diaz, seorang peneliti di Grup Peneliti Kesalahan Dinamika (Fault Dynamics Research Group) di Royal Holloway, Universitas London, telah menulis sebuah artikel untuk Conversation yang menjelaskan bagaimana benua Afrika akan terpecah.

Dia mengatakan lempengan tektonik di kerak bumi dan mantel atas bisa menciptakan keretakan ketika pecah, dan contoh aktifnya adalah Lembah Retak Afrika Timur, di mana celah itu muncul.

“Lembah Retak Afrika Timur membentang lebih dari 3.000 km dari Teluk Aden di utara menuju Zimbabwe di selatan, memecah lempeng Afrika menjadi dua bagian yang tidak sama: lempeng Somali dan Nubia,” tulis Dr Diaz dalam laporan itu.

“Aktivitas sepanjang cabang timur lembah keretakan, yang membentang di sepanjang Ethiopia, Kenya dan Tanzania, menjadi jelas ketika retakan besar tiba-tiba muncul di Kenya barat daya,” sambungnya.

Menurut Dr Diaz, keretakan adalah tahap awal dari perpecahan benua, dan jika berhasil, dapat mengarah pada pembentukan cekungan laut baru.

Rekahan panjang yang sudah terlihat di Afrika. (Mirror)

Skenario itu terjadi ketika sebuah daratan besar pecah menjadi dua, menciptakan apa yang sekarang dikenal sebagai Amerika Selatan dan Afrika pada sekitar 138 juta tahun yang lalu.

Proses yang disebut peretakan benua itu diakibatkan penyebaran besar magma yang memaksa kerak bumi naik ke atas, yang menyebabkannya melemah dan pecah.

Para periset telah menemukan bukti dari semburan yang lebih panas dari normal – disebut “Superswell Afrika” – di lembah keretakan.

Meski begitu, keretakan yang muncul di Kenya, untuk saat ini hanya melebar beberapa milimeter per tahun.

“Pada akhirnya, selama periode puluhan juta tahun, penyebaran dasar laut akan berkembang di sepanjang keretakan,” sambung Dr Diaz dalam tulisannya.

“Lautan akan membanjiri [peretakan], dan sebagai hasilnya, benua Afrika akan menjadi lebih kecil dan akan ada pulau besar di Samudera Hindia yang terdiri dari bagian-bagian Ethiopia dan Somalia, termasuk Tanduk Afrika.”

“Peristiwa dramatis, seperti gempa besar dahsyat dapat membuat benua terpecah lebih cepat. Namun begitu, sebagian besar berjalan tanpa ada yang menyadarinya,” tutupnya. (mir/asp)


KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Ilmuwan Temukan Pertanda Bimasaksi Akan Bentrok dengan Galaksi Lain
- Friday, 14 June 2019 - 11:12 WIB

Ilmuwan Temukan Pertanda Bimasaksi Akan Bentrok dengan Galaksi Lain

Peneliti telah menemukan bahwa akan terjadi tubrukan antara Bimasaksi dengan galaksi lain. Hal itu ditandai dengan semakin mendekatnya orbit Antlia ...
Ini Flying-V, Pesawat yang Dikembangkan KLM, Penumpang Duduk di Bagian Sayap
- Tuesday, 11 June 2019 - 13:37 WIB

Ini Flying-V, Pesawat yang Dikembangkan KLM, Penumpang Duduk di Bagian Sayap

Perusahaan penerbangan Belanda KLM mendanai pengembangan pesawat berbentuk V yang dirancang untuk lebih hemat bahan bakar, dengan menempatkan penumpang di ...
Resmi! NASA Segera Buka Perjalanan Wisata dan Bisnis ke Stasiun Luar Angkasa
- Tuesday, 11 June 2019 - 13:07 WIB

Resmi! NASA Segera Buka Perjalanan Wisata dan Bisnis ke Stasiun Luar Angkasa

NASA baru saja mengumumkan bahwa mereka secara resmi telah mengizinkan warga biasa--non astronot--untuk terbang ke Stasiun Luar Angkasa Internasional, serta ...
Dari Mana Aslinya Asal Usul Ganja? Ini Hasil Riset Ilmuwan
- Tuesday, 21 May 2019 - 05:15 WIB

Dari Mana Aslinya Asal Usul Ganja? Ini Hasil Riset Ilmuwan

Sekian lama diketahui, tanaman ganja berasal dari Asia Tengah. Namun satu studi baru sepertinya akan mengungkap di mana tepatnya genus ...
WhatsApp Android Resmi Berlakukan Pembatasan Fitur Penerusan Pesan, Maksimal 5 Penerima
- Tuesday, 22 January 2019 - 19:24 WIB

WhatsApp Android Resmi Berlakukan Pembatasan Fitur Penerusan Pesan, Maksimal 5 Penerima

WhatsApp resmi memberlakukan pembatasan fitur forward (penerusan) yang akan membatasi pengguna dari meneruskan pesan kepada lebih dari 5 individu atau ...
Paru-paru Ini Ubah Air Menjadi Energi Bersih
- Tuesday, 25 December 2018 - 14:09 WIB

Paru-paru Ini Ubah Air Menjadi Energi Bersih

Memasukkan air ke paru-paru tentu akan menjadi saat-saat yang buruk bagi semua manusia. Tetapi ketika air memasuki "paru-paru" jenis baru ...
Place your ads here...