Wednesday, 18 September 2019 | 06.39 WIB
Metro24Jam>SainsTek>Gelang Pintar Ini akan Memberitahu Jika Anda Sedang Dalam Bahaya

Gelang Pintar Ini akan Memberitahu Jika Anda Sedang Dalam Bahaya

Saturday, 14 April 2018 - 09:12 WIB

IMG-125

Gelang pintar. (UAB/DailyMail)

CALIFORNIA, metro24jam.com – Seorang mahasiswa pascasarjana Universitas Alabama berhasil mengembangkan alat yang tidak biasa untuk memerangi ancaman kekerasan seksual bagi wanita.

Perangkat canggih itu akan memonitor tanda-tanda vital pemakai dan dapat menangkap perubahan saat dirinya sedang diserang.

Gelang pintar yang disebut masih dalam tahap prototipe, akan memberi peringatan kepada daftar kontak yang telah ditentukan dan polisi, ketika pemakainya sedang dalam ancaman.

Selain itu, perangkat tersebut juga akan mengeluarkan suara alarm kuat serta dilengkapi dengan lampu strobo merah, yang dimaksudkan untuk menakut-nakuti penyerang atau untuk mendapatkan perhatian di sekitarnya.

Mengutip DailyMail, tim pembuat gelang tersebut, Professor Dr Ragib Hasan dan mahasiswa pascasarjana Jayun Patel berharap, bahwa alat ini dapat mencegah serangan seksual, yang sangat umum di kampus seperti di tempat mereka.

Dalam satu pernyataan, Dr Hasan menjelaskan bahwa, kemampuan untuk menghubungi pihak berwenang biasanya tidak selalu siap bagi korban yang diserang.

“Tantangan utama untuk melakukan pencegahan adalah, biasanya ketika diserang, korban sering tidak akan mudah untuk mengakses pertolongan,” sebut Dr Hasan.

“Apakah itu menelepon 911 (panggilan darurat) atau menggunakan aplikasi panggilan darurat. Kesemua alat tersebut mengharuskan pengguna menekan tombol untuk meminta bantuan.”

“Itu sering tidak memungkinkan ketika aksi kekerasan sedang terjadi, atau jika seseorang tidak sempat menyadari akan adanya serangan itu,” lanjutnya.

Pada penelitian itu, Dr Hasan mengarahkan Patel, sementara ia mendesain produk baru, yang berfokus pada pembelajaran mesin dan sensor sehingga bisa mendeteksi tanda-tanda serangan.

Menurut Dr Hasan, gelang ini memiliki perangkat antara lain, Adafruit Circuit Playground, sensor tekanan, kemampuan GPS dan mikrofon.

Alat itu juga bisa menentukan apakah seorang pemakai sedang berdiri atau berbaring.

Jika perangkat mendeteksi bahwa pemakai sedang dalam bahaya, gelang yang terhubung ke ponsel pintar mereka melalui Bluetooth, akan segera mengirim pesan ke petugas darurat serta memberitahu lokasi pemakainya.

Selain itu, perangkat tersebut juga memberikan pesan kepada teman-teman yang telah ditentukan lewat satu aplikasi.

“Sensor memungkinkan gelang untuk mengumpulkan aktivitas pengguna dan tanda-tanda vital secara terus-menerus,” beber Patel.

“Algoritma pembelajaran mesin mendeteksi dan membedakan gerakan reguler pengguna dan gerakan tak terduga serta tiba-tiba yang mungkin menjadi indikasi serangan,” imbuhnya.

Meski dirancang dengan tujuan mendeteksi serangan, tetapi perangkat ini juga bisa digunakan untuk situasi darurat lainnya.

Misalnya, alat itu juga berpotensi digunakan untuk memperingatkan pihak berwenang jika orangtua jatuh atau memberikan jika seseorang dengan disabilitas melakukan gerakan berisiko.

Lebih lanjut dikatakan Patel, dia ingin memperluas teknologi tersebut dan membuat barang-barang ‘pintar’ lainnya seperti, sepatu dan anting-anting, yang berfungsi untuk membuat orang tetap aman.

Perangkat wearable yang dirancang di laboratorium Dr Hasan ini tergolong berbiaya rendah. Untuk prototipe gelang tersebut, harganya hanya kurang dari US$40 atau lebih kurang Rp520.000.

Para peneliti berharap harga tersebut bisa dikurangi, jika sudah diproduksi massal nanti.

Teknologi ini dapat bermanfaat bagi sebagian besar penduduk, karena sepertiga wanita dan seperenam pria di Amerika Serikat selalu mengalami kekerasan seksual.

Kita tinggal menunggu, kapan ke Indonesia? (asp/dm)


KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Ilmuwan Temukan Pertanda Bimasaksi Akan Bentrok dengan Galaksi Lain
- Friday, 14 June 2019 - 11:12 WIB

Ilmuwan Temukan Pertanda Bimasaksi Akan Bentrok dengan Galaksi Lain

Peneliti telah menemukan bahwa akan terjadi tubrukan antara Bimasaksi dengan galaksi lain. Hal itu ditandai dengan semakin mendekatnya orbit Antlia ...
Ini Flying-V, Pesawat yang Dikembangkan KLM, Penumpang Duduk di Bagian Sayap
- Tuesday, 11 June 2019 - 13:37 WIB

Ini Flying-V, Pesawat yang Dikembangkan KLM, Penumpang Duduk di Bagian Sayap

Perusahaan penerbangan Belanda KLM mendanai pengembangan pesawat berbentuk V yang dirancang untuk lebih hemat bahan bakar, dengan menempatkan penumpang di ...
Resmi! NASA Segera Buka Perjalanan Wisata dan Bisnis ke Stasiun Luar Angkasa
- Tuesday, 11 June 2019 - 13:07 WIB

Resmi! NASA Segera Buka Perjalanan Wisata dan Bisnis ke Stasiun Luar Angkasa

NASA baru saja mengumumkan bahwa mereka secara resmi telah mengizinkan warga biasa--non astronot--untuk terbang ke Stasiun Luar Angkasa Internasional, serta ...
Dari Mana Aslinya Asal Usul Ganja? Ini Hasil Riset Ilmuwan
- Tuesday, 21 May 2019 - 05:15 WIB

Dari Mana Aslinya Asal Usul Ganja? Ini Hasil Riset Ilmuwan

Sekian lama diketahui, tanaman ganja berasal dari Asia Tengah. Namun satu studi baru sepertinya akan mengungkap di mana tepatnya genus ...
WhatsApp Android Resmi Berlakukan Pembatasan Fitur Penerusan Pesan, Maksimal 5 Penerima
- Tuesday, 22 January 2019 - 19:24 WIB

WhatsApp Android Resmi Berlakukan Pembatasan Fitur Penerusan Pesan, Maksimal 5 Penerima

WhatsApp resmi memberlakukan pembatasan fitur forward (penerusan) yang akan membatasi pengguna dari meneruskan pesan kepada lebih dari 5 individu atau ...
Paru-paru Ini Ubah Air Menjadi Energi Bersih
- Tuesday, 25 December 2018 - 14:09 WIB

Paru-paru Ini Ubah Air Menjadi Energi Bersih

Memasukkan air ke paru-paru tentu akan menjadi saat-saat yang buruk bagi semua manusia. Tetapi ketika air memasuki "paru-paru" jenis baru ...
Place your ads here...