Senin, 27 Mei 2019 | 18.04 WIB
Metro24Jam>SainsTek>Tak Berkategori>Bioteknologi Balitbangtan Berhasil Kembangkan Jeruk Medan Tanpa Biji

Bioteknologi Balitbangtan Berhasil Kembangkan Jeruk Medan Tanpa Biji

Senin, 16 April 2018 - 02:16 WIB

IMG-127

Jeruk Medan seedless yang sudah berhasil dikembangkan Balitbangtan Departemen Pertanian RI. (ist/metro24jam.com)

JAKARTA, metro24jam.com – Jeruk merupakan salah satu buah yang sangat digemari di mana-mana. Ini disebabkan keunggulan buah yang rasanya enak (manis), bergizi tinggi, penampilannya menarik dan mudah cara mengkonsumsinya.

Sebagian jeruk impor digemari karena sebagian sudah memenuhi preferensi pasar yaitu warna buah menarik, mudah dikupas dan seedless (tidak berbiji).

Dalam upaya untuk menekan impor jeruk, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Departemen Pertanian RI coba melakukan upaya peningkatan mutu dan jumlah spesies jeruk yang ada di Nusantara.

“Beberapa jenis jeruk Nusantara memiliki kelemahan antara lain, bijinya banyak, warna kurang menarik dan rasanya agak masam,” sebut Dr Mia Kosmiatin dalam siaran pers yang diterima redaksi, Minggu (15/4/2018).

Karena itu, menurut Dr Mia, karakter seedless (tidak berbiji atau bijinya sangat sedikit) merupakan salah satu karakter buah jeruk yang sangat diinginkan.

“Melakukan pemuliaan untuk menghasilkan jeruk seedless merupakan salah satu upaya untuk memperbaiki kualitas jeruk kita,” sambungnya.

Pemuliaan jeruk untuk karakter seedless sebenarnya sulit dilakukan dengan cara konvensional melalui persilangan seksual karena terkendala steriliitas jantan yang umum pada jenis jeruk seedless.

Untuk mengatasi kendala tersebut, salah satu cara yang dapat dilakukan melalui aplikasi bioteknologi selular.

“Pendekatan bioteknologi selular untuk menghasilkan buah seedless adalah dengan merakit tanaman triploid yang akan menghasilkan buah seedless. Ini dapat terjadi karena ketidakseimbangan perpasangan kromosom saat gametogenesis,” jelas Dr Mia.

Pada jeruk, perakitan tanaman triploid dapat dilakukan dengan menyilangkan tanaman diploid monoembrionik sebagai induk betina dengan tanaman tetraploid.

Namun, menurut Dr Mia Kosmiatin, di Indonesia hal ini tidak dapat dilakukan karena plasma nutfahnya belum ada. Karena itu, Perakitan tanaman triploid dapat dilakukan dengan mengkulturkan dan meregenerasikan jaringan endosperma yg secara alami tingkat ploidinya triploid membentuk tanaman lengkap (individu baru).

Balitbangtan sudah berhasil meregenerasikan jaringan endosperma jeruk Siam Medan. Hasil buah pada musim buah yang pertama menunjukkan karakter buah seedless.

Tanaman triploid jeruk Siam Medan tersebut saat ini sedang berbuah yang kedua kali dan selanjutnya akan di lakukan uji kebenaran sebelum didaftarkan sebagai VUB tanaman jeruk siam medan triploid atau seedless.

“Semoga jeruk ini segera dapat didaftar dan selanjutnya diperbanyak dan disebarkan agar dapat meningkatkan pendapatan petani, mutu gizi masyarakat sekaligus menghemat devisa,” tutup Dr Mia Kosmiatin. (*/asp)


KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Dari Mana Aslinya Asal Usul Ganja? Ini Hasil Riset Ilmuwan
- Selasa, 21 Mei 2019 - 05:15 WIB

Dari Mana Aslinya Asal Usul Ganja? Ini Hasil Riset Ilmuwan

Sekian lama diketahui, tanaman ganja berasal dari Asia Tengah. Namun satu studi baru sepertinya akan mengungkap di mana tepatnya genus ...
WhatsApp Android Resmi Berlakukan Pembatasan Fitur Penerusan Pesan, Maksimal 5 Penerima
- Selasa, 22 Januari 2019 - 19:24 WIB

WhatsApp Android Resmi Berlakukan Pembatasan Fitur Penerusan Pesan, Maksimal 5 Penerima

WhatsApp resmi memberlakukan pembatasan fitur forward (penerusan) yang akan membatasi pengguna dari meneruskan pesan kepada lebih dari 5 individu atau ...
Paru-paru Ini Ubah Air Menjadi Energi Bersih
- Selasa, 25 Desember 2018 - 14:09 WIB

Paru-paru Ini Ubah Air Menjadi Energi Bersih

Memasukkan air ke paru-paru tentu akan menjadi saat-saat yang buruk bagi semua manusia. Tetapi ketika air memasuki "paru-paru" jenis baru ...
Penampakan COSMO AzTEC-1, Nenek Moyang Galaksi Sejagat, Jaraknya 12,4 Miliar Tahun Cahaya dari Bimasakti
- Kamis, 30 Agustus 2018 - 13:02 WIB

Penampakan COSMO AzTEC-1, Nenek Moyang Galaksi Sejagat, Jaraknya 12,4 Miliar Tahun Cahaya dari Bimasakti

Astronom berhasil merekam gambar paling tajam dari 'galaksi monster' yang mampu melahirkan bintang baru 1.000 kali lebih cepat daripada Bimasakti. ...
Ini Varietas Unggul Cabai Tahan Hama Virus Belang Hasil Riset Biolitbangtan
- Kamis, 12 Juli 2018 - 14:00 WIB

Ini Varietas Unggul Cabai Tahan Hama Virus Belang Hasil Riset Biolitbangtan

Cabai sebagai salah satu dari tujuh komoditas pangan stategis, memiliki nilai ekonomi penting di Indonesia. Fluktuasi harganya dapat mempengaruhi inflasi. ...
Balitbangtan Lepas Kedelai Hasil Tinggi Berbiji Besar Biosoy 1 dan Biosoy 2
- Selasa, 3 Juli 2018 - 13:49 WIB

Balitbangtan Lepas Kedelai Hasil Tinggi Berbiji Besar Biosoy 1 dan Biosoy 2

Kedelai merupakan sumber protein nabati paling popular dengan kandungan protein yang tinggi (36-43%) bagi masyarakat Indonesia. Konsumsi utamanya dalam bentuk ...