Wednesday, 18 September 2019 | 05.38 WIB
Metro24Jam>SainsTek>Bioteknologi Balitbangtan Berhasil Kembangkan Jeruk Medan Tanpa Biji

Bioteknologi Balitbangtan Berhasil Kembangkan Jeruk Medan Tanpa Biji

Monday, 16 April 2018 - 02:16 WIB

IMG-127

Jeruk Medan seedless yang sudah berhasil dikembangkan Balitbangtan Departemen Pertanian RI. (ist/metro24jam.com)

JAKARTA, metro24jam.com – Jeruk merupakan salah satu buah yang sangat digemari di mana-mana. Ini disebabkan keunggulan buah yang rasanya enak (manis), bergizi tinggi, penampilannya menarik dan mudah cara mengkonsumsinya.

Sebagian jeruk impor digemari karena sebagian sudah memenuhi preferensi pasar yaitu warna buah menarik, mudah dikupas dan seedless (tidak berbiji).

Dalam upaya untuk menekan impor jeruk, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Departemen Pertanian RI coba melakukan upaya peningkatan mutu dan jumlah spesies jeruk yang ada di Nusantara.

“Beberapa jenis jeruk Nusantara memiliki kelemahan antara lain, bijinya banyak, warna kurang menarik dan rasanya agak masam,” sebut Dr Mia Kosmiatin dalam siaran pers yang diterima redaksi, Minggu (15/4/2018).

Karena itu, menurut Dr Mia, karakter seedless (tidak berbiji atau bijinya sangat sedikit) merupakan salah satu karakter buah jeruk yang sangat diinginkan.

“Melakukan pemuliaan untuk menghasilkan jeruk seedless merupakan salah satu upaya untuk memperbaiki kualitas jeruk kita,” sambungnya.

Pemuliaan jeruk untuk karakter seedless sebenarnya sulit dilakukan dengan cara konvensional melalui persilangan seksual karena terkendala steriliitas jantan yang umum pada jenis jeruk seedless.

Untuk mengatasi kendala tersebut, salah satu cara yang dapat dilakukan melalui aplikasi bioteknologi selular.

“Pendekatan bioteknologi selular untuk menghasilkan buah seedless adalah dengan merakit tanaman triploid yang akan menghasilkan buah seedless. Ini dapat terjadi karena ketidakseimbangan perpasangan kromosom saat gametogenesis,” jelas Dr Mia.

Pada jeruk, perakitan tanaman triploid dapat dilakukan dengan menyilangkan tanaman diploid monoembrionik sebagai induk betina dengan tanaman tetraploid.

Namun, menurut Dr Mia Kosmiatin, di Indonesia hal ini tidak dapat dilakukan karena plasma nutfahnya belum ada. Karena itu, Perakitan tanaman triploid dapat dilakukan dengan mengkulturkan dan meregenerasikan jaringan endosperma yg secara alami tingkat ploidinya triploid membentuk tanaman lengkap (individu baru).

Balitbangtan sudah berhasil meregenerasikan jaringan endosperma jeruk Siam Medan. Hasil buah pada musim buah yang pertama menunjukkan karakter buah seedless.

Tanaman triploid jeruk Siam Medan tersebut saat ini sedang berbuah yang kedua kali dan selanjutnya akan di lakukan uji kebenaran sebelum didaftarkan sebagai VUB tanaman jeruk siam medan triploid atau seedless.

“Semoga jeruk ini segera dapat didaftar dan selanjutnya diperbanyak dan disebarkan agar dapat meningkatkan pendapatan petani, mutu gizi masyarakat sekaligus menghemat devisa,” tutup Dr Mia Kosmiatin. (*/asp)


KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Ilmuwan Temukan Pertanda Bimasaksi Akan Bentrok dengan Galaksi Lain
- Friday, 14 June 2019 - 11:12 WIB

Ilmuwan Temukan Pertanda Bimasaksi Akan Bentrok dengan Galaksi Lain

Peneliti telah menemukan bahwa akan terjadi tubrukan antara Bimasaksi dengan galaksi lain. Hal itu ditandai dengan semakin mendekatnya orbit Antlia ...
Ini Flying-V, Pesawat yang Dikembangkan KLM, Penumpang Duduk di Bagian Sayap
- Tuesday, 11 June 2019 - 13:37 WIB

Ini Flying-V, Pesawat yang Dikembangkan KLM, Penumpang Duduk di Bagian Sayap

Perusahaan penerbangan Belanda KLM mendanai pengembangan pesawat berbentuk V yang dirancang untuk lebih hemat bahan bakar, dengan menempatkan penumpang di ...
Resmi! NASA Segera Buka Perjalanan Wisata dan Bisnis ke Stasiun Luar Angkasa
- Tuesday, 11 June 2019 - 13:07 WIB

Resmi! NASA Segera Buka Perjalanan Wisata dan Bisnis ke Stasiun Luar Angkasa

NASA baru saja mengumumkan bahwa mereka secara resmi telah mengizinkan warga biasa--non astronot--untuk terbang ke Stasiun Luar Angkasa Internasional, serta ...
Dari Mana Aslinya Asal Usul Ganja? Ini Hasil Riset Ilmuwan
- Tuesday, 21 May 2019 - 05:15 WIB

Dari Mana Aslinya Asal Usul Ganja? Ini Hasil Riset Ilmuwan

Sekian lama diketahui, tanaman ganja berasal dari Asia Tengah. Namun satu studi baru sepertinya akan mengungkap di mana tepatnya genus ...
WhatsApp Android Resmi Berlakukan Pembatasan Fitur Penerusan Pesan, Maksimal 5 Penerima
- Tuesday, 22 January 2019 - 19:24 WIB

WhatsApp Android Resmi Berlakukan Pembatasan Fitur Penerusan Pesan, Maksimal 5 Penerima

WhatsApp resmi memberlakukan pembatasan fitur forward (penerusan) yang akan membatasi pengguna dari meneruskan pesan kepada lebih dari 5 individu atau ...
Paru-paru Ini Ubah Air Menjadi Energi Bersih
- Tuesday, 25 December 2018 - 14:09 WIB

Paru-paru Ini Ubah Air Menjadi Energi Bersih

Memasukkan air ke paru-paru tentu akan menjadi saat-saat yang buruk bagi semua manusia. Tetapi ketika air memasuki "paru-paru" jenis baru ...
Place your ads here...