Minggu, 18 November 2018 | 17.41 WIB
Metro24Jam>SainsTek>Tak Berkategori>Penampakan COSMO AzTEC-1, Nenek Moyang Galaksi Sejagat, Jaraknya 12,4 Miliar Tahun Cahaya dari Bimasakti

Penampakan COSMO AzTEC-1, Nenek Moyang Galaksi Sejagat, Jaraknya 12,4 Miliar Tahun Cahaya dari Bimasakti

Kamis, 30 Agustus 2018 - 13:02 WIB

IMG-143

COSMOS-AzTEC-1 disebut sebagai 'nenek moyang' galaksi yang ada di jagat raya. (Observatorium Nasional Jepang/DailyMail)

CHILE, metro24jam.com – Astronom berhasil merekam gambar paling tajam dari ‘galaksi monster’ yang mampu melahirkan bintang baru 1.000 kali lebih cepat daripada Bimasakti.

Pengamatan tim mengungkapkan, formasi perjalanan bintang ini adalah akibat awan yang tidak stabil dari molekul yang tersebar di seluruh galaksi, yang berjarak sekitar 12,4 miliar tahun cahaya dari Bumi.

Monster galaksi dianggap sebagai nenek moyang dari galaksi elips besar seperti Bima Sakti. Ilmuwan berharap, dengan mempelajari galaksi ini akan menjelaskan pembentukan dan evolusi bagian kecil ruang yang kita sebut ‘rumah’.

Para ilmuwan di University of Massachusetts Amherst dan National Astronomical Observatory of Japan di Tokyo melakukan observasi menggunakan Observatorium ALMA senilai £1,1 miliar (Rp 21 triliun) yang terletak di Chile.

Galaksi yang dikenal juga sebagai COSMOS-AzTEC-1, telah lama diketahui oleh para ilmuwan. Tetapi, baru kali ini peralatan di ALMA mampu mengambil gambar dengan resolusi 10 kali lebih tinggi dibanding sebelumnya.

Hal tersebut mengungkapkan rincian struktural dalam galaksi yang belum pernah terlihat sebelumnya, sekaligus menjawab pertanyaan lama, seputar bagaimana galaksi raksasa membentuk bintang dengan laju yang sangat cepat.

Juga dikenal sebagai Galaksi Starburst, fenomena kosmik kuno yang muncul tak lama setelah ‘Big Bang’ dan melahirkan bintang baru dengan kecepatan 1.000 kali lebih tinggi dibanding galaksi kita.

Bima Sakti sendiri diperkirakan membentuk materi bintang yang cukup untuk membuat tiga kali massa matahari setiap tahunnya.

Bintang-bintang yang terbentuk bisa lebih besar atau lebih kecil dari matahari kita, meskipun bintang yang lebih kecil jumlahnya lebih banyak.

Dalam studi terbaru, para ilmuwan mempelajari awan molekul dalam AzTEC-1 yang dikenal sebagai pembibitan bintang atau daerah padat gas yang runtuh untuk menciptakan bintang baru.

Tim memanfaatkan resolusi dan sensitivitas tinggi ALMA untuk mendapatkan peta terperinci tentang distribusi dan gerakan gas.

“Kami menemukan bahwa ada dua awan besar yang berbeda, beberapa ribu tahun cahaya dari pusat itu,” kata rekan penulis studi, Ken-ichi Tadaki, dari National Astronomical Observatory, seperti dilansir DailyMail, Rabu (29/8/2018).

“Dalam Galaksi Starbust yang paling jauh, bintang-bintang secara aktif terbentuk di tengah. Jadi, cukup mengejutkan untuk menemukan di luar pusat galaksi,” lanjut dia.

Para astronom menemukan awan di seluruh galaksi sangat tidak stabil, dan itu bukanlah hal biasa.

Dalam galaksi normal, dorongan gravitasi ke dalam dan tekanan keluar seimbang dalam awan gas–ketika gravitasi mengatasi tekanan ini, awan runtuh dan membentuk bintang dengan cepat.

Ledakan supernova di akhir siklus hidup bintang kemudian meledakkan gas, yang meningkatkan tekanan ke luar, sehinggga memperbaiki keseimbangan dan memastikan bintang terbentuk dengan kecepatan sedang.

Dalam AzTEC-1, tekanannya jauh lebih lemah daripada gravitasi dan sulit mencapai keseimbangan, yang menyebabkan formasi bintang melaju dalam pembentukan galaksi monster yang tak terhentikan.

Tim itu juga memperkirakan bahwa AzTEC-1 akan mengkonsumsi semua gasnya sendiri dalam sekitar 100 juta tahun, atau 10 kali lebih cepat dibanding galaksi lain dalam pembentukan bintang.

Mereka juga belum bisa memastikan apa yang mendestabilisasi gas galaksi, meski meyakini bahwa itu mungkin hasil dari tabrakan dengan galaksi lain, yang dikenal sebagai penggabungan (merger).

Hal itu bisa memindahkan gas ke area kecil dan memicu proses pembentukan bintang yang intens.

“Pada saat ini, kami tidak memiliki bukti merger di galaksi ini. Dengan mengamati galaksi serupa lainnya dengan ALMA, kami ingin mengungkap hubungan antara penggabungan galaksi dan galaksi monster,” pungkas Tadaki. (asp/dm)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Ini Varietas Unggul Cabai Tahan Hama Virus Belang Hasil Riset Biolitbangtan
- Kamis, 12 Juli 2018 - 14:00 WIB

Ini Varietas Unggul Cabai Tahan Hama Virus Belang Hasil Riset Biolitbangtan

Cabai sebagai salah satu dari tujuh komoditas pangan stategis, memiliki nilai ekonomi penting di Indonesia. Fluktuasi harganya dapat mempengaruhi inflasi. ...
Balitbangtan Lepas Kedelai Hasil Tinggi Berbiji Besar Biosoy 1 dan Biosoy 2
- Selasa, 3 Juli 2018 - 13:49 WIB

Balitbangtan Lepas Kedelai Hasil Tinggi Berbiji Besar Biosoy 1 dan Biosoy 2

Kedelai merupakan sumber protein nabati paling popular dengan kandungan protein yang tinggi (36-43%) bagi masyarakat Indonesia. Konsumsi utamanya dalam bentuk ...
Huawei Nova Lite 2, Tawarkan Pengalaman Baru dengan Layar FullView
- Rabu, 9 Mei 2018 - 16:04 WIB

Huawei Nova Lite 2, Tawarkan Pengalaman Baru dengan Layar FullView

Huawei kembali meluncurkan brand terbarunya. Huawei Nova Lite yang diciptakan untuk pengguna milenial yang menampilkan layar FullView dengan desain elegan ...
Artis Ini Minum 27 Gelas Air Sehari, Apa Itu Cocok Untuk Anda? Simak Penjelasan Para Ahli!
- Selasa, 1 Mei 2018 - 08:18 WIB

Artis Ini Minum 27 Gelas Air Sehari, Apa Itu Cocok Untuk Anda? Simak Penjelasan Para Ahli!

Bintang Riverdale, Madelaine Petsch, mengungkapkan, bahwa dia minum 27 cangkir air sehari untuk menjaga tubuhnya tetap langsing.Vegetarian beruaia 23 tahun ...
Keren…! Smart Watch Ini Proyeksikan Layar Sentuh di Lengan
- Selasa, 1 Mei 2018 - 07:34 WIB

Keren…! Smart Watch Ini Proyeksikan Layar Sentuh di Lengan

Ilmuwan dan peneliti di Carnegie Mellon, Pittsburgh, Pennsylvania, telah mengembangkan jam tangan pintar pertama yang membuat lengan pemakainya sebagai layar ...
Bioteknologi Balitbangtan Berhasil Kembangkan Jeruk Medan Tanpa Biji
- Senin, 16 April 2018 - 02:16 WIB

Bioteknologi Balitbangtan Berhasil Kembangkan Jeruk Medan Tanpa Biji

Jeruk merupakan salah satu buah yang sangat digemari di mana-mana. Ini disebabkan keunggulan buah yang rasanya enak (manis), bergizi tinggi, ...