Wednesday, 8 July 2020 | 08.55 WIB
Metro24Jam>SainsTek>Penampakan COSMO AzTEC-1, Nenek Moyang Galaksi Sejagat, Jaraknya 12,4 Miliar Tahun Cahaya dari Bimasakti

Penampakan COSMO AzTEC-1, Nenek Moyang Galaksi Sejagat, Jaraknya 12,4 Miliar Tahun Cahaya dari Bimasakti

Thursday, 30 August 2018 - 13:02 WIB

IMG-143

COSMOS-AzTEC-1 disebut sebagai 'nenek moyang' galaksi yang ada di jagat raya. (Observatorium Nasional Jepang/DailyMail)

CHILE, metro24jam.com – Astronom berhasil merekam gambar paling tajam dari ‘galaksi monster’ yang mampu melahirkan bintang baru 1.000 kali lebih cepat daripada Bimasakti.

Pengamatan tim mengungkapkan, formasi perjalanan bintang ini adalah akibat awan yang tidak stabil dari molekul yang tersebar di seluruh galaksi, yang berjarak sekitar 12,4 miliar tahun cahaya dari Bumi.

Monster galaksi dianggap sebagai nenek moyang dari galaksi elips besar seperti Bima Sakti. Ilmuwan berharap, dengan mempelajari galaksi ini akan menjelaskan pembentukan dan evolusi bagian kecil ruang yang kita sebut ‘rumah’.

Para ilmuwan di University of Massachusetts Amherst dan National Astronomical Observatory of Japan di Tokyo melakukan observasi menggunakan Observatorium ALMA senilai £1,1 miliar (Rp 21 triliun) yang terletak di Chile.

Galaksi yang dikenal juga sebagai COSMOS-AzTEC-1, telah lama diketahui oleh para ilmuwan. Tetapi, baru kali ini peralatan di ALMA mampu mengambil gambar dengan resolusi 10 kali lebih tinggi dibanding sebelumnya.

Hal tersebut mengungkapkan rincian struktural dalam galaksi yang belum pernah terlihat sebelumnya, sekaligus menjawab pertanyaan lama, seputar bagaimana galaksi raksasa membentuk bintang dengan laju yang sangat cepat.

Juga dikenal sebagai Galaksi Starburst, fenomena kosmik kuno yang muncul tak lama setelah ‘Big Bang’ dan melahirkan bintang baru dengan kecepatan 1.000 kali lebih tinggi dibanding galaksi kita.

Bima Sakti sendiri diperkirakan membentuk materi bintang yang cukup untuk membuat tiga kali massa matahari setiap tahunnya.

Bintang-bintang yang terbentuk bisa lebih besar atau lebih kecil dari matahari kita, meskipun bintang yang lebih kecil jumlahnya lebih banyak.

Dalam studi terbaru, para ilmuwan mempelajari awan molekul dalam AzTEC-1 yang dikenal sebagai pembibitan bintang atau daerah padat gas yang runtuh untuk menciptakan bintang baru.

Tim memanfaatkan resolusi dan sensitivitas tinggi ALMA untuk mendapatkan peta terperinci tentang distribusi dan gerakan gas.

“Kami menemukan bahwa ada dua awan besar yang berbeda, beberapa ribu tahun cahaya dari pusat itu,” kata rekan penulis studi, Ken-ichi Tadaki, dari National Astronomical Observatory, seperti dilansir DailyMail, Rabu (29/8/2018).

“Dalam Galaksi Starbust yang paling jauh, bintang-bintang secara aktif terbentuk di tengah. Jadi, cukup mengejutkan untuk menemukan di luar pusat galaksi,” lanjut dia.

Para astronom menemukan awan di seluruh galaksi sangat tidak stabil, dan itu bukanlah hal biasa.

Dalam galaksi normal, dorongan gravitasi ke dalam dan tekanan keluar seimbang dalam awan gas–ketika gravitasi mengatasi tekanan ini, awan runtuh dan membentuk bintang dengan cepat.

Ledakan supernova di akhir siklus hidup bintang kemudian meledakkan gas, yang meningkatkan tekanan ke luar, sehinggga memperbaiki keseimbangan dan memastikan bintang terbentuk dengan kecepatan sedang.

Dalam AzTEC-1, tekanannya jauh lebih lemah daripada gravitasi dan sulit mencapai keseimbangan, yang menyebabkan formasi bintang melaju dalam pembentukan galaksi monster yang tak terhentikan.

Tim itu juga memperkirakan bahwa AzTEC-1 akan mengkonsumsi semua gasnya sendiri dalam sekitar 100 juta tahun, atau 10 kali lebih cepat dibanding galaksi lain dalam pembentukan bintang.

Mereka juga belum bisa memastikan apa yang mendestabilisasi gas galaksi, meski meyakini bahwa itu mungkin hasil dari tabrakan dengan galaksi lain, yang dikenal sebagai penggabungan (merger).

Hal itu bisa memindahkan gas ke area kecil dan memicu proses pembentukan bintang yang intens.

“Pada saat ini, kami tidak memiliki bukti merger di galaksi ini. Dengan mengamati galaksi serupa lainnya dengan ALMA, kami ingin mengungkap hubungan antara penggabungan galaksi dan galaksi monster,” pungkas Tadaki. (asp/dm)


KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Habiskan Tabungan Orangtua Rp311 M Untuk Main PUBG, Remaja Ini Disuruh Kerja Bengkel
- Saturday, 4 July 2020 - 14:34 WIB

Habiskan Tabungan Orangtua Rp311 M Untuk Main PUBG, Remaja Ini Disuruh Kerja Bengkel

Seorang remaja asal Punjab, India, telah menghabiskan tabungan orangtuanya setara ratusan miliar rupiah hanya untuk permainan PUBG (PlayerUnknown's BattleGround) Mobile. ...
Alat Vital Luka Lantaran Kebanyakan Nonton Sex Game, Pria di AS Gugat Twitch Rp357 M
- Friday, 26 June 2020 - 17:41 WIB

Alat Vital Luka Lantaran Kebanyakan Nonton Sex Game, Pria di AS Gugat Twitch Rp357 M

Seorang pria di Amerika Serikat melayangkan gugatan terhadap layanan game live-streaming Twitch senilai US$25 juta atau lebih kurang Rp357 miliar ...
Ini yang Perlu Diwaspadai Menempatkan Tanaman Lidah Mertua di Dalam Rumah
- Sunday, 14 June 2020 - 15:58 WIB

Ini yang Perlu Diwaspadai Menempatkan Tanaman Lidah Mertua di Dalam Rumah

Tanaman hias Sansevieria atau lebih dikenal dengan nama 'Lidah Mertua' saat ini semakin mendapat tempat di hati kaum hawa untuk ...
Alami Penggumpalan Darah Akibat Infeksi Covid-19, Kaki Pria Ini Terpaksa Diamputasi
- Friday, 5 June 2020 - 21:35 WIB

Alami Penggumpalan Darah Akibat Infeksi Covid-19, Kaki Pria Ini Terpaksa Diamputasi

Seorang pria di Inggris yang sempat kritis akibat terinfeksi Covid-19 terpaksa menjalani amputasi kaki, ketika virus tersebut memicu penggumpalan darah ...
Ilmuwan Temukan Pertanda Bimasaksi Akan Bentrok dengan Galaksi Lain
- Friday, 14 June 2019 - 11:12 WIB

Ilmuwan Temukan Pertanda Bimasaksi Akan Bentrok dengan Galaksi Lain

Peneliti telah menemukan bahwa akan terjadi tubrukan antara Bimasaksi dengan galaksi lain. Hal itu ditandai dengan semakin mendekatnya orbit Antlia ...
Ini Flying-V, Pesawat yang Dikembangkan KLM, Penumpang Duduk di Bagian Sayap
- Tuesday, 11 June 2019 - 13:37 WIB

Ini Flying-V, Pesawat yang Dikembangkan KLM, Penumpang Duduk di Bagian Sayap

Perusahaan penerbangan Belanda KLM mendanai pengembangan pesawat berbentuk V yang dirancang untuk lebih hemat bahan bakar, dengan menempatkan penumpang di ...
Place your ads here...