Wednesday, 18 September 2019 | 05.38 WIB
Metro24Jam>SainsTek>Paru-paru Ini Ubah Air Menjadi Energi Bersih

Paru-paru Ini Ubah Air Menjadi Energi Bersih

Tuesday, 25 December 2018 - 14:09 WIB

IMG-145

Alat mirip paru-paru untuk menghidrolisa air menjadi Hidrogen dan Oksigen

STANFORD, metro24jam.com – Memasukkan air ke paru-paru tentu akan menjadi saat-saat yang buruk bagi semua manusia. Tetapi ketika air memasuki “paru-paru” jenis baru yang diciptakan para peneliti di Universitas Stanford ini, hasilnya akan menjadi luar biasa.

Ya, para peneliti tersebut mampu menghasilkan bahan bakar hidrogen–sumber energi bersih yang suatu hari nanti akan menjadi sumber daya dari segalanya, mulai mobil hingga smartphone.

Ini memang bukan perangkat pertama yang menghasilkan bahan bakar hidrogen. Tapi setidaknya merupakan satu desain unik sebagai metode efisien untuk menghasilkan bahan bakar hidrogen.

Tim dari Universitas Stanford menjelaskan soal perangkat ciptaan mereka dalam sebuah makalah yang diterbitkan di jurnal Joule, Kamis (19/12/2018).

Cara kerjanya mirip dengan paru-paru manusia. Udara yang memasuki paru-paru akan melewati membran tipis yang kemudian mengekstraksi oksigen dari udara lalu mengirimkannya ke aliran darah. Struktur unik organ tubuh membuat pertukaran gas ini sangat efisien.

Gabungkan (reaksikan) hidrogen dengan oksigen, maka kita akan mendapatkan listrik. Dan tentu saja, tidak seperti pembakaran bahan bakar fosil, satu-satunya produk sampingan dari reaksi ini adalah air.

Berdasarkan alasan itu, para peneliti telah mencari bahan bakar hidrogen selama beberapa dekade, tetapi mereka belum menemukan cara memproduksi yang cukup efisien agar bisa dimanfaatkan dengan murah dan baik.

Hal itu karena, hidrogen memang tidak mudah dijumpai dengan sendirinya di alam. Kita perlu mengisolasinya, dan yang paling awam adalah memisahkan air menjadi hidrogen dan oksigen.

Paru-paru para ciptaan peneliti Stanford ini pada dasarnya adalah kantong yang dibuat dari lapisan plastik tebal. Pori-pori kecil yang menolak air menutupi bagian luar kantong, sementara nanopartikel emas dan platina melapisi interiornya.

Dengan menempatkan kantong di dalam air dan memberikan tegangan listrik, para peneliti bisa membuat perangkat menciptakan energi dengan tingkat efisiensi 32 persen lebih tinggi dibanding jika menggunakan lapisan datar.

Mereka mengklaim, hal itu terjadi karena bentuk mirip paru-paru menghasilkan lebih baik dibanding desain sel bahan bakar lainnya untuk meminimalkan gelembung yang terbentuk–yang menurunkan efisiensi–selama proses pembangkit energi.

“[Bentuk] geometri itu penting,” kata Peneliti Stanford, Yi Cui, kepada New Scientist.

Tim itu sekarang akan fokus pada peningkatan desain dan menemukan cara untuk membuatnya agar tahan pada suhu yang lebih tinggi. Saat ini, alat tersebut belum bisa bekerja di atas 100 derajat Celcius, yang bisa menjadi masalah untuk aplikasi komersial. (asp/sca)


KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Ilmuwan Temukan Pertanda Bimasaksi Akan Bentrok dengan Galaksi Lain
- Friday, 14 June 2019 - 11:12 WIB

Ilmuwan Temukan Pertanda Bimasaksi Akan Bentrok dengan Galaksi Lain

Peneliti telah menemukan bahwa akan terjadi tubrukan antara Bimasaksi dengan galaksi lain. Hal itu ditandai dengan semakin mendekatnya orbit Antlia ...
Ini Flying-V, Pesawat yang Dikembangkan KLM, Penumpang Duduk di Bagian Sayap
- Tuesday, 11 June 2019 - 13:37 WIB

Ini Flying-V, Pesawat yang Dikembangkan KLM, Penumpang Duduk di Bagian Sayap

Perusahaan penerbangan Belanda KLM mendanai pengembangan pesawat berbentuk V yang dirancang untuk lebih hemat bahan bakar, dengan menempatkan penumpang di ...
Resmi! NASA Segera Buka Perjalanan Wisata dan Bisnis ke Stasiun Luar Angkasa
- Tuesday, 11 June 2019 - 13:07 WIB

Resmi! NASA Segera Buka Perjalanan Wisata dan Bisnis ke Stasiun Luar Angkasa

NASA baru saja mengumumkan bahwa mereka secara resmi telah mengizinkan warga biasa--non astronot--untuk terbang ke Stasiun Luar Angkasa Internasional, serta ...
Dari Mana Aslinya Asal Usul Ganja? Ini Hasil Riset Ilmuwan
- Tuesday, 21 May 2019 - 05:15 WIB

Dari Mana Aslinya Asal Usul Ganja? Ini Hasil Riset Ilmuwan

Sekian lama diketahui, tanaman ganja berasal dari Asia Tengah. Namun satu studi baru sepertinya akan mengungkap di mana tepatnya genus ...
WhatsApp Android Resmi Berlakukan Pembatasan Fitur Penerusan Pesan, Maksimal 5 Penerima
- Tuesday, 22 January 2019 - 19:24 WIB

WhatsApp Android Resmi Berlakukan Pembatasan Fitur Penerusan Pesan, Maksimal 5 Penerima

WhatsApp resmi memberlakukan pembatasan fitur forward (penerusan) yang akan membatasi pengguna dari meneruskan pesan kepada lebih dari 5 individu atau ...
Penampakan COSMO AzTEC-1, Nenek Moyang Galaksi Sejagat, Jaraknya 12,4 Miliar Tahun Cahaya dari Bimasakti
- Thursday, 30 August 2018 - 13:02 WIB

Penampakan COSMO AzTEC-1, Nenek Moyang Galaksi Sejagat, Jaraknya 12,4 Miliar Tahun Cahaya dari Bimasakti

Astronom berhasil merekam gambar paling tajam dari 'galaksi monster' yang mampu melahirkan bintang baru 1.000 kali lebih cepat daripada Bimasakti. ...
Place your ads here...