Wednesday, 8 July 2020 | 07.20 WIB
Metro24Jam>SainsTek>Paru-paru Ini Ubah Air Menjadi Energi Bersih

Paru-paru Ini Ubah Air Menjadi Energi Bersih

Tuesday, 25 December 2018 - 14:09 WIB

IMG-145

Alat mirip paru-paru untuk menghidrolisa air menjadi Hidrogen dan Oksigen

STANFORD, metro24jam.com – Memasukkan air ke paru-paru tentu akan menjadi saat-saat yang buruk bagi semua manusia. Tetapi ketika air memasuki “paru-paru” jenis baru yang diciptakan para peneliti di Universitas Stanford ini, hasilnya akan menjadi luar biasa.

Ya, para peneliti tersebut mampu menghasilkan bahan bakar hidrogen–sumber energi bersih yang suatu hari nanti akan menjadi sumber daya dari segalanya, mulai mobil hingga smartphone.

Ini memang bukan perangkat pertama yang menghasilkan bahan bakar hidrogen. Tapi setidaknya merupakan satu desain unik sebagai metode efisien untuk menghasilkan bahan bakar hidrogen.

Tim dari Universitas Stanford menjelaskan soal perangkat ciptaan mereka dalam sebuah makalah yang diterbitkan di jurnal Joule, Kamis (19/12/2018).

Cara kerjanya mirip dengan paru-paru manusia. Udara yang memasuki paru-paru akan melewati membran tipis yang kemudian mengekstraksi oksigen dari udara lalu mengirimkannya ke aliran darah. Struktur unik organ tubuh membuat pertukaran gas ini sangat efisien.

Gabungkan (reaksikan) hidrogen dengan oksigen, maka kita akan mendapatkan listrik. Dan tentu saja, tidak seperti pembakaran bahan bakar fosil, satu-satunya produk sampingan dari reaksi ini adalah air.

Berdasarkan alasan itu, para peneliti telah mencari bahan bakar hidrogen selama beberapa dekade, tetapi mereka belum menemukan cara memproduksi yang cukup efisien agar bisa dimanfaatkan dengan murah dan baik.

Hal itu karena, hidrogen memang tidak mudah dijumpai dengan sendirinya di alam. Kita perlu mengisolasinya, dan yang paling awam adalah memisahkan air menjadi hidrogen dan oksigen.

Paru-paru para ciptaan peneliti Stanford ini pada dasarnya adalah kantong yang dibuat dari lapisan plastik tebal. Pori-pori kecil yang menolak air menutupi bagian luar kantong, sementara nanopartikel emas dan platina melapisi interiornya.

Dengan menempatkan kantong di dalam air dan memberikan tegangan listrik, para peneliti bisa membuat perangkat menciptakan energi dengan tingkat efisiensi 32 persen lebih tinggi dibanding jika menggunakan lapisan datar.

Mereka mengklaim, hal itu terjadi karena bentuk mirip paru-paru menghasilkan lebih baik dibanding desain sel bahan bakar lainnya untuk meminimalkan gelembung yang terbentuk–yang menurunkan efisiensi–selama proses pembangkit energi.

“[Bentuk] geometri itu penting,” kata Peneliti Stanford, Yi Cui, kepada New Scientist.

Tim itu sekarang akan fokus pada peningkatan desain dan menemukan cara untuk membuatnya agar tahan pada suhu yang lebih tinggi. Saat ini, alat tersebut belum bisa bekerja di atas 100 derajat Celcius, yang bisa menjadi masalah untuk aplikasi komersial. (asp/sca)


KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Habiskan Tabungan Orangtua Rp311 M Untuk Main PUBG, Remaja Ini Disuruh Kerja Bengkel
- Saturday, 4 July 2020 - 14:34 WIB

Habiskan Tabungan Orangtua Rp311 M Untuk Main PUBG, Remaja Ini Disuruh Kerja Bengkel

Seorang remaja asal Punjab, India, telah menghabiskan tabungan orangtuanya setara ratusan miliar rupiah hanya untuk permainan PUBG (PlayerUnknown's BattleGround) Mobile. ...
Alat Vital Luka Lantaran Kebanyakan Nonton Sex Game, Pria di AS Gugat Twitch Rp357 M
- Friday, 26 June 2020 - 17:41 WIB

Alat Vital Luka Lantaran Kebanyakan Nonton Sex Game, Pria di AS Gugat Twitch Rp357 M

Seorang pria di Amerika Serikat melayangkan gugatan terhadap layanan game live-streaming Twitch senilai US$25 juta atau lebih kurang Rp357 miliar ...
Ini yang Perlu Diwaspadai Menempatkan Tanaman Lidah Mertua di Dalam Rumah
- Sunday, 14 June 2020 - 15:58 WIB

Ini yang Perlu Diwaspadai Menempatkan Tanaman Lidah Mertua di Dalam Rumah

Tanaman hias Sansevieria atau lebih dikenal dengan nama 'Lidah Mertua' saat ini semakin mendapat tempat di hati kaum hawa untuk ...
Alami Penggumpalan Darah Akibat Infeksi Covid-19, Kaki Pria Ini Terpaksa Diamputasi
- Friday, 5 June 2020 - 21:35 WIB

Alami Penggumpalan Darah Akibat Infeksi Covid-19, Kaki Pria Ini Terpaksa Diamputasi

Seorang pria di Inggris yang sempat kritis akibat terinfeksi Covid-19 terpaksa menjalani amputasi kaki, ketika virus tersebut memicu penggumpalan darah ...
Ilmuwan Temukan Pertanda Bimasaksi Akan Bentrok dengan Galaksi Lain
- Friday, 14 June 2019 - 11:12 WIB

Ilmuwan Temukan Pertanda Bimasaksi Akan Bentrok dengan Galaksi Lain

Peneliti telah menemukan bahwa akan terjadi tubrukan antara Bimasaksi dengan galaksi lain. Hal itu ditandai dengan semakin mendekatnya orbit Antlia ...
Ini Flying-V, Pesawat yang Dikembangkan KLM, Penumpang Duduk di Bagian Sayap
- Tuesday, 11 June 2019 - 13:37 WIB

Ini Flying-V, Pesawat yang Dikembangkan KLM, Penumpang Duduk di Bagian Sayap

Perusahaan penerbangan Belanda KLM mendanai pengembangan pesawat berbentuk V yang dirancang untuk lebih hemat bahan bakar, dengan menempatkan penumpang di ...
Place your ads here...