Sunday, 18 August 2019 | 08.46 WIB
Metro24Jam>SainsTek>WhatsApp Android Resmi Berlakukan Pembatasan Fitur Penerusan Pesan, Maksimal 5 Penerima

WhatsApp Android Resmi Berlakukan Pembatasan Fitur Penerusan Pesan, Maksimal 5 Penerima

Tuesday, 22 January 2019 - 19:24 WIB

IMG-147

MEDAN, metro24jam.com – WhatsApp resmi memberlakukan pembatasan fitur forward (penerusan) yang akan membatasi pengguna dari meneruskan pesan kepada lebih dari 5 individu atau grup, khusus untuk Indonesia, dimulai hari ini, Selasa (22/1/2019).

Pembatasan fitur itu dilakukan untuk mencegah beredarnya informasi yang tidak benar atau hoax.

Seperti dilaporkan Reuters, Vice President untuk Kebijakan dan Komunikasi WhatsApp, Victoria Grand, mengumumkan kebijakan tersebut di Jakarta, Senin (21/1/2019) kemarin.

Pembatasan 5 penerima pertama kali diterapkan di India pada Juli 2018 lalu. Jumlah yang lebih besar, yakni 20 penerima, kemudian diterapkan secara global.

WhatsApp mengatakan, saat ini pembatasan itu akan membuat aplikasi tersebut sesuai dengan tujuan pembuatannya; aplikasi pesan pribadi.

“Kami mantap pada angka 5 karena kami meyakini itu adalah jumlah yang cukup masuk akal untuk berhubungan dengan teman-teman dekat, sekaligus mencegah penyalahgunaannya,” kata Carl Woog, Kepala Komunikasi di WhatsApp, kepada Guardian.

WhatsApp memiliki pengguna terbanyak di India, dengan jumlah mencapai 200 juta. Tindakan pembatasan penerusan pesan terpaksa segera diambil menyusul terjadinya pembunuhan disebabkan informasi yang salah dengan cepat menyebar melalui aplikasi WhatsApp.

Dengan alasan yang sama pula, fitur forward pesan tersebut juga dibatasi di Indonesia. Mekanisme penerusan pesan WhatsApp disalahkan karena membantu penyebaran berita bohong karena cara aplikasi itu menampilkan pesan yang diteruskan. Pesan teks yang telah diteruskan ke penerima baru ditandai sebagai diteruskan dalam teks abu-abu terang, tetapi tidak dapat dibedakan dari pesan asli yang dikirim oleh pengirim awal.

Para kritikus mengatakan, desain menghilangkan identitas pengirim, memungkinkan pesan menyebar secara viral tanpa pertanggungjawaban.

Sementara itu, beberapa pihak telah menghubungi Facebook, yang membeli WhatsApp seharga $18 miliar pada tahun 2014, agar membatasi penerusan secara global.

Dalam sebuah opini yang diterbitkan di New York Times menjelang pemilihan umum Brasil tahun 2018, di mana informasi yang didukung oleh WhatsApp secara luas dianggap mempengaruhi hasilnya, tiga akademisi meminta perusahaan untuk memperkenalkan batas lima penerima secara global.

Mereka mengatakan, Facebook harus membatasi pengiriman sehingga seorang pengguna tidak lagi bisa mengirim pesan teks kepada ratusan orang lainnya sekaligus. Selain itu, mereka juga meminta adanya pembaasan ukuran grup baru selama periode pemilihan. (grd/asp)


KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Ilmuwan Temukan Pertanda Bimasaksi Akan Bentrok dengan Galaksi Lain
- Friday, 14 June 2019 - 11:12 WIB

Ilmuwan Temukan Pertanda Bimasaksi Akan Bentrok dengan Galaksi Lain

Peneliti telah menemukan bahwa akan terjadi tubrukan antara Bimasaksi dengan galaksi lain. Hal itu ditandai dengan semakin mendekatnya orbit Antlia ...
Ini Flying-V, Pesawat yang Dikembangkan KLM, Penumpang Duduk di Bagian Sayap
- Tuesday, 11 June 2019 - 13:37 WIB

Ini Flying-V, Pesawat yang Dikembangkan KLM, Penumpang Duduk di Bagian Sayap

Perusahaan penerbangan Belanda KLM mendanai pengembangan pesawat berbentuk V yang dirancang untuk lebih hemat bahan bakar, dengan menempatkan penumpang di ...
Resmi! NASA Segera Buka Perjalanan Wisata dan Bisnis ke Stasiun Luar Angkasa
- Tuesday, 11 June 2019 - 13:07 WIB

Resmi! NASA Segera Buka Perjalanan Wisata dan Bisnis ke Stasiun Luar Angkasa

NASA baru saja mengumumkan bahwa mereka secara resmi telah mengizinkan warga biasa--non astronot--untuk terbang ke Stasiun Luar Angkasa Internasional, serta ...
Dari Mana Aslinya Asal Usul Ganja? Ini Hasil Riset Ilmuwan
- Tuesday, 21 May 2019 - 05:15 WIB

Dari Mana Aslinya Asal Usul Ganja? Ini Hasil Riset Ilmuwan

Sekian lama diketahui, tanaman ganja berasal dari Asia Tengah. Namun satu studi baru sepertinya akan mengungkap di mana tepatnya genus ...
Paru-paru Ini Ubah Air Menjadi Energi Bersih
- Tuesday, 25 December 2018 - 14:09 WIB

Paru-paru Ini Ubah Air Menjadi Energi Bersih

Memasukkan air ke paru-paru tentu akan menjadi saat-saat yang buruk bagi semua manusia. Tetapi ketika air memasuki "paru-paru" jenis baru ...
Penampakan COSMO AzTEC-1, Nenek Moyang Galaksi Sejagat, Jaraknya 12,4 Miliar Tahun Cahaya dari Bimasakti
- Thursday, 30 August 2018 - 13:02 WIB

Penampakan COSMO AzTEC-1, Nenek Moyang Galaksi Sejagat, Jaraknya 12,4 Miliar Tahun Cahaya dari Bimasakti

Astronom berhasil merekam gambar paling tajam dari 'galaksi monster' yang mampu melahirkan bintang baru 1.000 kali lebih cepat daripada Bimasakti. ...
Place your ads here...