Sunday, 18 August 2019 | 07.33 WIB
Metro24Jam>SainsTek>Dari Mana Aslinya Asal Usul Ganja? Ini Hasil Riset Ilmuwan

Dari Mana Aslinya Asal Usul Ganja? Ini Hasil Riset Ilmuwan

Tuesday, 21 May 2019 - 05:15 WIB

IMG-149

Tanaman ganja. (Cannabis Business Times)

metro24jam.com – Sekian lama diketahui, tanaman ganja berasal dari Asia Tengah. Namun satu studi baru sepertinya akan mengungkap di mana tepatnya genus ini pertama kali berevolusi jutaan tahun lalu.

Dokumen-dokumen asal abad pertengahan menunjukkan, manusia telah berhipotesis tentang asal-usul geografis ganja selama lebih dari seribu tahun. Ilmuwan Arab terkenal, Ibnu Wahshiyya mengatakan, tanaman tersebut kemungkinan berasal dari India atau Cina pada 930 Masehi.

Tetapi, kelangkaan fosil cetak (bentuk daun yang dibuat pada benda-benda lain) dalam catatan sejarah, telah menyulitkan komunitas riset untuk mengidentifikasi hal lebih spesifik dibandung Asia Tengah. Bahkan, dengan booming popularitas ganja di banyak bidang akademik dan penyelidikan ilmiah pada saat ini.

“Meskipun banyak literatur yang muncul dalam tiga dekade terakhir, klasifikasi ganja dan pusat asalnya masih dalam perdebatan,” tulis John McPartland, pimpinan peneliti peneliti medis dari University of Vermont dalam sebuah makalah barunya, mengutip Science Alert, Senin (20/5/2019).

Untuk mengatasi kelangkaan fosil cetak tersebut, para ilmuwan akhirnya beralih ke serbuk sari genus Cannabis–pertama kali dipelajari sejak 1930-an untuk membantu melacak sejarah panjang tanaman tersebut.

Sejumlah penelitian serbuk sari fosil telah dilakukan dalam beberapa dekade. Sejak itu, ilmuwan bisa mengidentifikasi catatan kuno tanaman di seluruh Asia dan tempat lainnya, termasuk mencatat di mana tanaman tersebut tumbuh subur.

“Ganja tumbuh subur di padang rumput–habitat terbuka tanpa pohon,” tulis para peneliti.

Dalam studi mereka, McPartland dan timnya menyeleksi 155 studi fosil serbuk sari yang ada di Asia. Salah satu kesulitan dengan data tersebut adalah, bahwa banyak dari studi tersebut mengelompokkan butiran serbuk sari Cannabis dengan yang berasal dari tanaman genus Humulus.

Keduanya memang terlihat mirip, mengingat kedua tanaman itu berevolusi sekitar 28 juta tahun lalu.

Untuk mengatasi masalah identifikasi, para peneliti menggunakan teknik statistik yang melibatkan ‘proksi ekologis’, di mana mereka membedakan serbuk sari berdasarkan tanaman lain yang umum di wilayah tersebut secara probabilistik, termasuk genus Artemisia.

Berdasarkan bukti tersebut, hasilnya menunjukkan asal geografis ganja yang paling mungkin –meskipun itu kelihatannya merupakan hipotesis yang mustahil untuk dibuktikan.

“Kami menjembatani kesenjangan temporal antara tanggal divergensi (penyimpangan) dan serbuk sari tertua dengan memetakan penampilan awal Artemisia,” tulis tim tersebut.

“Data-data ini bertemu di Dataran Tinggi Tibet timur laut, di sekitar Danau Qinghai, yang kami simpulkan sebagai pusat asal ganja,” lanjut tim.

Setelah itu, tim menduga bahwa ganja menyebar ke barat, mencapai Rusia dan Eropa sekitar 6 juta tahun lalu, lalu dan ke timur, tepatnya Cina timur sekira 1,2 juta tahun lalu.

Penyebaran ini membuat berbagai tanaman Cannabis dengan mudah ditemukan di seluruh Eurasia. Dan tidak heran, kita bisa dengan mudah melihat berbagai varietas tanaman penghasil narkoba, hingga bahan baku serat untuk tali dan pakaian ini.

Hasil penelitian lengkap temuan ini dilaporkan dalam Vegetation History dan Archaeobotany. (sci/asp)


KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Ilmuwan Temukan Pertanda Bimasaksi Akan Bentrok dengan Galaksi Lain
- Friday, 14 June 2019 - 11:12 WIB

Ilmuwan Temukan Pertanda Bimasaksi Akan Bentrok dengan Galaksi Lain

Peneliti telah menemukan bahwa akan terjadi tubrukan antara Bimasaksi dengan galaksi lain. Hal itu ditandai dengan semakin mendekatnya orbit Antlia ...
Ini Flying-V, Pesawat yang Dikembangkan KLM, Penumpang Duduk di Bagian Sayap
- Tuesday, 11 June 2019 - 13:37 WIB

Ini Flying-V, Pesawat yang Dikembangkan KLM, Penumpang Duduk di Bagian Sayap

Perusahaan penerbangan Belanda KLM mendanai pengembangan pesawat berbentuk V yang dirancang untuk lebih hemat bahan bakar, dengan menempatkan penumpang di ...
Resmi! NASA Segera Buka Perjalanan Wisata dan Bisnis ke Stasiun Luar Angkasa
- Tuesday, 11 June 2019 - 13:07 WIB

Resmi! NASA Segera Buka Perjalanan Wisata dan Bisnis ke Stasiun Luar Angkasa

NASA baru saja mengumumkan bahwa mereka secara resmi telah mengizinkan warga biasa--non astronot--untuk terbang ke Stasiun Luar Angkasa Internasional, serta ...
WhatsApp Android Resmi Berlakukan Pembatasan Fitur Penerusan Pesan, Maksimal 5 Penerima
- Tuesday, 22 January 2019 - 19:24 WIB

WhatsApp Android Resmi Berlakukan Pembatasan Fitur Penerusan Pesan, Maksimal 5 Penerima

WhatsApp resmi memberlakukan pembatasan fitur forward (penerusan) yang akan membatasi pengguna dari meneruskan pesan kepada lebih dari 5 individu atau ...
Paru-paru Ini Ubah Air Menjadi Energi Bersih
- Tuesday, 25 December 2018 - 14:09 WIB

Paru-paru Ini Ubah Air Menjadi Energi Bersih

Memasukkan air ke paru-paru tentu akan menjadi saat-saat yang buruk bagi semua manusia. Tetapi ketika air memasuki "paru-paru" jenis baru ...
Penampakan COSMO AzTEC-1, Nenek Moyang Galaksi Sejagat, Jaraknya 12,4 Miliar Tahun Cahaya dari Bimasakti
- Thursday, 30 August 2018 - 13:02 WIB

Penampakan COSMO AzTEC-1, Nenek Moyang Galaksi Sejagat, Jaraknya 12,4 Miliar Tahun Cahaya dari Bimasakti

Astronom berhasil merekam gambar paling tajam dari 'galaksi monster' yang mampu melahirkan bintang baru 1.000 kali lebih cepat daripada Bimasakti. ...
Place your ads here...