Sunday, 18 August 2019 | 08.21 WIB
Metro24Jam>SainsTek>Ini Flying-V, Pesawat yang Dikembangkan KLM, Penumpang Duduk di Bagian Sayap

Ini Flying-V, Pesawat yang Dikembangkan KLM, Penumpang Duduk di Bagian Sayap

Tuesday, 11 June 2019 - 13:37 WIB

IMG-157

Model pesawat Flying-V. (ScienceAlert)

AMSTERDAM, metro24jam.com – Perusahaan penerbangan Belanda KLM mendanai pengembangan pesawat berbentuk V yang dirancang untuk lebih hemat bahan bakar, dengan menempatkan penumpang di bagian sayap.

Menurut KLM, bentuknya yang futuristik akan membuat “Flying V” lebih ringan dan aerodinamis, seperti dikutip ScienceAlert.

Desainernya mengatakan, pesawat ini akan hemat bahan bakar hingga 20 persen lebih dibanding pesawat paling canggih saat ini, Airbus A350.

Versi prototipe pesawat ini diperkirakan akan rampung pada musim gugur mendatang. Meski begitu, versi komersilnya dipastikan belum akan terbang memberikan pelayananan hingga setidaknya 2040, menurut CNN.

Gagasan untuk pesawat terbang jarak jauh yang bisa menampung penumpang, kargo serta tangki bahan bakar di sayapnya dimulai oleh Justus Benad–seorang mahasiswa di Universitas Teknik Berlin pada saat itu.

Ide itu kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh Universitas Teknis Delft di Belanda, yang saat ini bekerjasama dengan KLM.

Seperti halnya Airbus A350 canggih, Flying V bisa mengangkut 314 penumpang, serta memiliki ruang kargo 160 meter persegi. Pesawat ini juga akan memiliki lebar sayap yang sama, artinya bisa masuk ke gerbang, landasan pacu dan hanggar pesawat sejenis lainnya.

Tapi menurut perusahaan, pesawat dengan bentuk V ini bisa menempuh perjalanan penerbangan jarak jauh yang lebih kontinu,

“Flying-V lebih kecil dari A350 dan memiliki luas permukaan inflow lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah volume yang tersedia,” kata Roelof Vos, pemimpin proyek di TU Delft, dalam sebuah pernyataan.

“Hasilnya akan lebih kecil resistensi. Itu artinya Flying-V akan menggunakan lebih sedikit bahan bakar untuk jarak yang sama,” jelasnya.

Masih menurut KLM, pesawat ini juga menggunakan mesin turbofan yang paling efisien dalam penggunaan bahan bakar. Model saat ini masih menggunakan kerosin, dan itu bisa diadaptasi untuk menggunakan turbofans listrik di masa depan.

“Flying V akan membantu membuat sektor penerbangan Belanda memenuhi tujuan keberlanjutannya,” kata Vos.

Ketika penumpang lebih sering terbang jauh, sektor ini ingin mengurangi emisi CO2 penerbangan hingga 35 persen di akhir tahun 2030.

“Tujuan utama kami adalah penerbangan bebas emisi,” lanjut Vos.

Para peneliti berharap dapat mempresentasikan prototipe terbang pertama dari pesawat ini pada Oktober mendatang. Pesawat akan diuji dengan terbang pada kecepatan rendah untuk mengetahui apakah protipe ini tetap stabil. (Sci/asp)


KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Ilmuwan Temukan Pertanda Bimasaksi Akan Bentrok dengan Galaksi Lain
- Friday, 14 June 2019 - 11:12 WIB

Ilmuwan Temukan Pertanda Bimasaksi Akan Bentrok dengan Galaksi Lain

Peneliti telah menemukan bahwa akan terjadi tubrukan antara Bimasaksi dengan galaksi lain. Hal itu ditandai dengan semakin mendekatnya orbit Antlia ...
Resmi! NASA Segera Buka Perjalanan Wisata dan Bisnis ke Stasiun Luar Angkasa
- Tuesday, 11 June 2019 - 13:07 WIB

Resmi! NASA Segera Buka Perjalanan Wisata dan Bisnis ke Stasiun Luar Angkasa

NASA baru saja mengumumkan bahwa mereka secara resmi telah mengizinkan warga biasa--non astronot--untuk terbang ke Stasiun Luar Angkasa Internasional, serta ...
Dari Mana Aslinya Asal Usul Ganja? Ini Hasil Riset Ilmuwan
- Tuesday, 21 May 2019 - 05:15 WIB

Dari Mana Aslinya Asal Usul Ganja? Ini Hasil Riset Ilmuwan

Sekian lama diketahui, tanaman ganja berasal dari Asia Tengah. Namun satu studi baru sepertinya akan mengungkap di mana tepatnya genus ...
WhatsApp Android Resmi Berlakukan Pembatasan Fitur Penerusan Pesan, Maksimal 5 Penerima
- Tuesday, 22 January 2019 - 19:24 WIB

WhatsApp Android Resmi Berlakukan Pembatasan Fitur Penerusan Pesan, Maksimal 5 Penerima

WhatsApp resmi memberlakukan pembatasan fitur forward (penerusan) yang akan membatasi pengguna dari meneruskan pesan kepada lebih dari 5 individu atau ...
Paru-paru Ini Ubah Air Menjadi Energi Bersih
- Tuesday, 25 December 2018 - 14:09 WIB

Paru-paru Ini Ubah Air Menjadi Energi Bersih

Memasukkan air ke paru-paru tentu akan menjadi saat-saat yang buruk bagi semua manusia. Tetapi ketika air memasuki "paru-paru" jenis baru ...
Penampakan COSMO AzTEC-1, Nenek Moyang Galaksi Sejagat, Jaraknya 12,4 Miliar Tahun Cahaya dari Bimasakti
- Thursday, 30 August 2018 - 13:02 WIB

Penampakan COSMO AzTEC-1, Nenek Moyang Galaksi Sejagat, Jaraknya 12,4 Miliar Tahun Cahaya dari Bimasakti

Astronom berhasil merekam gambar paling tajam dari 'galaksi monster' yang mampu melahirkan bintang baru 1.000 kali lebih cepat daripada Bimasakti. ...
Place your ads here...