Wednesday, 8 July 2020 | 08.26 WIB
Metro24Jam>SainsTek>Alami Penggumpalan Darah Akibat Infeksi Covid-19, Kaki Pria Ini Terpaksa Diamputasi

Alami Penggumpalan Darah Akibat Infeksi Covid-19, Kaki Pria Ini Terpaksa Diamputasi

Friday, 5 June 2020 - 21:35 WIB

IMG-166

Anthony Earl setelah menjalani amputasi kaki dan istrinya Catherine. (Catherine Earl/TheSun)

LONDON, metro24jam.com – Seorang pria di Inggris yang sempat kritis akibat terinfeksi Covid-19 terpaksa menjalani amputasi kaki, ketika virus tersebut memicu penggumpalan darah di tubuhnya.

Anthony Earl (59), adalah salah satu dari sekian pasien Covid-19 yang menderita komplikasi parah akibat infeksi tersebut, sehingga dikhawatirkan ia akan menyebabkan stroke dan serangan jantung.

Sopir ekspedisi barang dari Greenwich, London Tenggara itu terinfeksi Covid-19 pada April 2020 dan harus dirawat di rumah sakit setelah menderita pneumonia.

Dokter yang berjuang untuk menyelamatkan nyawa Earl terpaksa membuatnya dalam kondisi koma selama 5 pekan dan menghubungkan tubuhnya ke ventilator ketika pria itu mulai mengalami gagal paru-paru.

Covid-19 menyebabkan Earl mengalami kerusakan trombosis parah–istilah medis untuk pembekuan darah–pada kaki kiri, yang mengakibatkan aliran darah ke anggota tubuh lainnya jadi terganggu.

Tubuh Earl juga mengeluarkan reaksi SEPSIS–reaksi kekebalan tubuh fatal yang membuat pembekuan darah lebih parah dan sirkulasi menjadi lebih buruk–sebagai respons terhadap infeksi tersebut.

Jaringan sel di kaki kirinya mulai mati dan membusuk karena kekurangan darah, oksigen dan nutrisi. Hal itu membuat dokter yang merawatnya tidak punya pilihan, selain melakukan amputasi.

“Dia dirawat [di Rumah Sakit Queen Elizabeth di Woolwich] selama beberapa hari sebelum kondisinya memburuk,” kata istrinya, Catherine, kepada TheSun, mengutip DailyMail.

“Karena itu dia harus mendapat perawatan intensif dan dibuat dalam kedaan koma secara medis untuk membantu tubuhnya melawan virus,” ungkap wanita pekerja sosial itu.

“Salah satu gumpalan terjadi pada kaki kirinya dan karena hal itu menimbulkan kekhawatiran, dia dipindahkan ke Rumah Sakit St Thomas. Gumpalan itu telah menghentikan suplai darah ke anggota tubuhnya dan akhirnya harus diamputasi sebagai upaya untuk menyelamatkan hidupnya,” jelas Catherine.

Catherine dan putri mereka, Nicole (21) mengatakan bagaimana kondisi Earl memburuk dengan sangat cepat, mirip cerita horor.

“Dia sangat bugar sebelumnya, virus itu dengan cepat menghancurkannya,” ungkapnya.

Earl saat ini sudah sadarkan diri dan dapat berbicara dan sedang berusaha memulihkan dirinya kembali agar dapat kembali ke rumah.

Dokter mengatakan, satu dari 3 pasien yang terinfeksi coronavirus akan mengalami gumpalan darah berbahaya yang diduga menjadi salah satu penyebab kematian.

Gumpalan, juga dikenal sebagai trombosis, akan menjadi fatal jika bermigrasi ke organ utama dan menghentikan suplai darah ke bagian tubuh lainnya.

Penyumbatan dapat memicu serangan jantung, stroke, gagal organ dan emboli paru-paru fatal.

Peradangan parah–reaksi berlebihan oleh sistem kekebalan tubuh terhadap infeksi Covid-19–dianggap sebagai penyebab pembekuan darah.

Gumpalan yang dimulai di tubuh bagian bawah dapat bermigrasi ke paru-paru, menyebabkan penyumbatan mematikan yang disebut emboli paru. Hal inilah menjadi penyebab utama kematian pasien Covid-19.

Penyumbatan di dekat jantung akan menyebabkan serangan jantung, penyebab umum kematian lainnya pada orang yang terinfeksi Covid-19. Dan gumpalan di atas dada dapat menyebabkan stroke.

Para ilmuwan belum bisa memastikan kenapa virus tersebut menyebabkan penggumpalan darah, tetapi hal itu diduga merupakan hasil reaksi berlebihan dari kekebalan tubuh yang disebut ‘badai sitokin’.

Sitokin adalah molekul pemberi sinyal kimia yang memandu respons imun yang sehat. Sitokin menginformasikan kepada antibodi untuk menyerang molekul-molekul virus di dalam tubuh.

Tetapi, pada beberapa pasien, proses ini berjalan berlebihan dan antibodi akhirnya menghancurkan jaringan yang sehat.

Menurut Dr Jamie Garfield dari Temple University Hospital di Philadelphia, hal ini dapat menyebabkan pembuluh darah rusak dan menyebabkan tekanan darah anjlok, sehingga memungkinkan terjadinya penggumpalan.

Sementara itu, ilmuwan lainnya mengatakan, gumpalan darah tersebut merupakan ‘produk sampingan’ dari cara Covid-19 yang menyerang tubuh manusia.

“Covid mengikat enzim yang disebut ACE2 yang ada di permukaan sel. Virus tersebut menggunakannya sebagai cara untuk menyusup ke dalam sel tubuh, dengan demikian fungsi enzim ACE2 akan berkurang,” kata Profesor Ian Jones, ahli virus di University of Reading, kepada MailOnline.

“Konsekuensi dari ini adalah akibat ketidakseimbangan hormon yang disebut Angiotensin I dan Angiotensin II, yang bersama-sama mengatur tekanan darah. Hal ini juga diduga menjadi penyebab meningkatnya stroke,” imbuhnya.

Pasien sepsis terkadang mengalami penggumpalan darah sehingga mencegah aliran ke jari, tangan, lengan dan kaki. Ketika bagian tubuh tidak mendapat aliran darah yang cukup, maka daging mulai mati, menghitam lalu membusuk. (dm/asp)


KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Habiskan Tabungan Orangtua Rp311 M Untuk Main PUBG, Remaja Ini Disuruh Kerja Bengkel
- Saturday, 4 July 2020 - 14:34 WIB

Habiskan Tabungan Orangtua Rp311 M Untuk Main PUBG, Remaja Ini Disuruh Kerja Bengkel

Seorang remaja asal Punjab, India, telah menghabiskan tabungan orangtuanya setara ratusan miliar rupiah hanya untuk permainan PUBG (PlayerUnknown's BattleGround) Mobile. ...
Alat Vital Luka Lantaran Kebanyakan Nonton Sex Game, Pria di AS Gugat Twitch Rp357 M
- Friday, 26 June 2020 - 17:41 WIB

Alat Vital Luka Lantaran Kebanyakan Nonton Sex Game, Pria di AS Gugat Twitch Rp357 M

Seorang pria di Amerika Serikat melayangkan gugatan terhadap layanan game live-streaming Twitch senilai US$25 juta atau lebih kurang Rp357 miliar ...
Ini yang Perlu Diwaspadai Menempatkan Tanaman Lidah Mertua di Dalam Rumah
- Sunday, 14 June 2020 - 15:58 WIB

Ini yang Perlu Diwaspadai Menempatkan Tanaman Lidah Mertua di Dalam Rumah

Tanaman hias Sansevieria atau lebih dikenal dengan nama 'Lidah Mertua' saat ini semakin mendapat tempat di hati kaum hawa untuk ...
Ilmuwan Temukan Pertanda Bimasaksi Akan Bentrok dengan Galaksi Lain
- Friday, 14 June 2019 - 11:12 WIB

Ilmuwan Temukan Pertanda Bimasaksi Akan Bentrok dengan Galaksi Lain

Peneliti telah menemukan bahwa akan terjadi tubrukan antara Bimasaksi dengan galaksi lain. Hal itu ditandai dengan semakin mendekatnya orbit Antlia ...
Ini Flying-V, Pesawat yang Dikembangkan KLM, Penumpang Duduk di Bagian Sayap
- Tuesday, 11 June 2019 - 13:37 WIB

Ini Flying-V, Pesawat yang Dikembangkan KLM, Penumpang Duduk di Bagian Sayap

Perusahaan penerbangan Belanda KLM mendanai pengembangan pesawat berbentuk V yang dirancang untuk lebih hemat bahan bakar, dengan menempatkan penumpang di ...
Resmi! NASA Segera Buka Perjalanan Wisata dan Bisnis ke Stasiun Luar Angkasa
- Tuesday, 11 June 2019 - 13:07 WIB

Resmi! NASA Segera Buka Perjalanan Wisata dan Bisnis ke Stasiun Luar Angkasa

NASA baru saja mengumumkan bahwa mereka secara resmi telah mengizinkan warga biasa--non astronot--untuk terbang ke Stasiun Luar Angkasa Internasional, serta ...
Place your ads here...