Sunday, 20 September 2020 | 18.30 WIB
Metro24Jam>SainsTek>Ini yang Perlu Diwaspadai Menempatkan Tanaman Lidah Mertua di Dalam Rumah

Ini yang Perlu Diwaspadai Menempatkan Tanaman Lidah Mertua di Dalam Rumah

Sunday, 14 June 2020 - 15:58 WIB

IMG-174

Tanaman Lidah Mertua atau Sansevieria Trifasciata. (ist)

Value IMP 160×600

MEDAN, metro24jam.com – Tanaman hias Sansevieria atau lebih dikenal dengan nama ‘Lidah Mertua’ saat ini semakin mendapat tempat di hati kaum hawa untuk dijadikan dekorasi di dalam rumah.

Meski begitu, seorang ahli kimia di Malaysia, Dr Fatimah Salim, mengungkapkan kekhawatirannya jika tanaman yang memiliki nama Latin Sansevieria Trifasciata tersebut disimpan di dalam rumah.

Fatimah mengatakan, hal itu akan lebih mengkhawatirkan jika tanaman ditanam dalam pot berisi tanah, karena akan membiakkan mikroorganisma yang akhirnya akan berdampak pada kesehatan golongan tertentu.

Menurut anggota periset di Institut Penelitian Senyawa Alami, Atta-ur-Rahman (AuRIns), Universiti Teknologi Mara (UiTM) Kampus Puncak Alam, Selangor itu, tanah adalah tempat paling kondusif untuk mikroorganisma berkembang biak dengan kandungan bahan organik, inorganik dan mineral yang tinggi.

“Setiap jenis tanah didiami mikroorganisma berbeda, seperti bakteri, alga, ulat, protozoa, actinomycetes dan ciliata. Setiap satu gram tanah yang subur, mengandung 10 miliar sel mikroorganisma, terutama yang berdekatan dengan akar tanaman (rhizosphere),” katanya.

“Karena itu, tanah tidak seharusnya disimpan di dalam rumah, apalagi untuk individu yang lemah sistem imunitasnya. Karena akan mudah terdampak dengan kehadiran mikroorganisma ini,” jelas Fatimah kepada Bernama, seperti dilansir HarianMetro, Minggu (14/6/2020).

Dr Fatimah yang juga dosen Kimia di Pusat Asasi UiTM, Dengkil, Selangor mengatakan, ada beberapa alternatif pengganti tanah jika ingin tetap menempatkan tanaman Sansevieria di dalam rumah, di antaranya dengan menggunakan tanah liat yang dikembangkan atau Leca, sabut kelapa, sekam padi, ‘perlite’ (sejenis mineral hasil letusan gunung berapi) atau menggunakan kaidah hidroponik.

“Bisa juga dengan menggunakan air saja, namun harus rajin menggantinya untuk menghindari nyamuk bertelur serta mengurangi mikoorganisma lain berkembang biak,” katanya.

“Aktivitas mikoorganisma mudah dikenali, antara lain dengan kehadiran bau tak sedap pada wadah atau bahagian yang terendam seakan berlumut,” jelasnya.

Sementara itu, Pusat Racun Negara Malaysia pada 7 Juni 2020 lalu memuat status di laman Facebook resmi mereka untuk menasihati warga terutama yang mempunyai balita, agar mewaspadai penyimpanan tanaman tersebut di dalam rumah.

Sansevieria diketahui mengandungi bahan aktif dikenali sebagai Saponin yang bisa menyebabkan gejala ringan seperti muntah, diare dan ruam jika termakan.

Selain itu, tanaman tersebut juga mungkin menyebabkan gejala lebih buruk kepada hewan peliharaan seperti anjing atau kucing, antaranya pengeluaran air liur berlebihan, kurang selera makan, lesu dan muntah-muntah.

“Dengan gairah yang semakin tinggi untuk menyimpan tanaman ini di dalam rumah, pastikan anda waspada, khususnya jika mempunyai anak-anak kecil. Mereka mungkin terpapar pada bahan aktif Saponin yang berisiko menyebabkan keracunan,” tulis status tersebut.

Sementara itu, hasil pantauan Bernama di salah satu persemaian, di Jalan Kuala Kangsar, Ipoh menemukan, permintaan terhadap tanaman Lidah Mertua meningkat, setelah manfaatnya sebagai pembersih udara viral di media sosial.

Sejumlah pengusaha setempat juga dilaporkan meningkatkan permintaan dari Cameron Highlands.

Salah serorang pedagang Sansevieria mengatakan, ia mulai menjual itu sejak 3 tahun lalu. Ia mengakui bahwa permintaan saat ini cukup luar biasa setelah manfaat tanaman tersebut viral di media sosial.

“Setelah viral, kadang-kadang sehari sampai 10 orang datang untu mencari dan mebeli, kalau sebelum ini agak kurang,” kata pedagang tanaman bernama Meizi tersebut.

Pria itu mengaku menjual tanaman tersebut dnegan harga antara RM8 (Rp24.000) hingga RM40 (Rp120.000), per pot, tergantung ukurannya.

Meizi menjelaskan, perawatan tanaman tersebut memang sangat mudah, karena hanya perlu disiram setidaknya dua kali seminggu, membuang daun kering dan Sansevieria bisa hidup untuk waktu yang cukup panjang jika diletakkan di tempat sesuai. (hm/asp)


KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Samsung Resmi Rilis Galaxy Z Fold 2, Ini Beberapa Fitur Mewahnya!
- Wednesday, 2 September 2020 - 12:41 WIB

Samsung Resmi Rilis Galaxy Z Fold 2, Ini Beberapa Fitur Mewahnya!

Samsung secara resmi telah meluncurkan ponsel baru Galaxy Z Fold 2, dapat dilipat dengan layar 7,6 inci dan ketebalan 27 ...
Pecinta Smartphone Apple, Ini Bocoran Terbaru iPhone 12!
- Wednesday, 2 September 2020 - 11:51 WIB

Pecinta Smartphone Apple, Ini Bocoran Terbaru iPhone 12!

Seiring datangnya musim gugur di benua Amerika, itu artinya Apple juga sedang melakukan persiapan peluncuran iPhone terbarunya. Tahun 2020 ini ...
Apple Luncurkan IOS 13.7 yang Bisa Berikan Peringatan Paparan Covid-19
- Sunday, 30 August 2020 - 19:44 WIB

Apple Luncurkan IOS 13.7 yang Bisa Berikan Peringatan Paparan Covid-19

Pembaruan Apple pada perangkat lunak iPhone memungkinkan penggunanya menerima pemberitahuan paparan virus corona tanpa harus mengunduh aplikasi dari pihak ketiga.Versi ...
Ilmuwan Uji 14 Jenis Masker, Yang Terburuk Malah Tingkatkan Penyebaran Covid-19
- Monday, 10 August 2020 - 19:43 WIB

Ilmuwan Uji 14 Jenis Masker, Yang Terburuk Malah Tingkatkan Penyebaran Covid-19

Para ilmuwan telah melakukan tes pada 14 jenis masker wajah dan menemukan bahwa beberapa di antaranya bahkan membuat risiko infeksi ...
Wanita Ini Hamil Perawan Setelah ‘Pemanasan’ dengan Pacar, Kok Bisa? Ini Penjelasannya
- Friday, 24 July 2020 - 20:15 WIB

Wanita Ini Hamil Perawan Setelah ‘Pemanasan’ dengan Pacar, Kok Bisa? Ini Penjelasannya

Seorang wanita yang dijuluki sebagai 'Perawan Maria' mengklaim bahwa dia mengandung anak pertamanya tanpa menjalani hubungan seksual. Tapi dokter di ...
Habiskan Tabungan Orangtua Rp311 M Untuk Main PUBG, Remaja Ini Disuruh Kerja Bengkel
- Saturday, 4 July 2020 - 14:34 WIB

Habiskan Tabungan Orangtua Rp311 M Untuk Main PUBG, Remaja Ini Disuruh Kerja Bengkel

Seorang remaja asal Punjab, India, telah menghabiskan tabungan orangtuanya setara ratusan miliar rupiah hanya untuk permainan PUBG (PlayerUnknown's BattleGround) Mobile. ...
Loading...